Koran Jakarta | May 21 2018
No Comments
Pemberdayaan Perempuan - Kaum Perempuan Harus Mandiri secara Ekonomi

Ide Kartini Harus Digelorakan

Ide Kartini Harus Digelorakan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Masih banyak kasus kejahatan siber yang menyasar kelompok perempuan dan kekerasan perempuan. Untuk itu, ide Kartini harus terus digelorakan.

 

JAKARTA - Meski gaung peringatan Hari Kartini terus muncul setiap tahun, namun semangat Kartini belum menjadi arus utama dalam semua bidang. Untuk itu, Indonesia harus terus berbenah dan melakukan pembaruan. Ide Kartini harus terus digulirkan dan digelorakan.


“Ide Kartini harus terus disuarakan dan direalisasikan sesuai dengan konteks zamannya. Ide besarnya kita ambil, tetapi strateginya perlu dikembangkan sesuai perkembangan zaman,” kata Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, di Jakarta, Jumat (20/4).


Saat ini, tambah Giwo, masih banyak kasus kejahatan siber yang menyasar kelompok perempuan, kekerasan perempuan, diskriminasi, perkawinan dini, trafficking, eksploitasi perempuan dengan berbagai cara. Ini menunjukkan ide besar dan semangat Kartini belum menjadi pemicu, meski menjadi bahan diskusi dan ritual tahunan setiap April.


Giwo menambahkan melalui peringatan Hari Kartini, pemerintah harus memperkuat komitmennya untuk berbuat nyata serta mengevaluasi kebijakannya, efektivitas kebijakannya, pelaksanaan kebijakan yang ada serta melakukan langkah konkret untuk masa depan perempuan Indonesia.


Ketua Dharma Wanita Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Budiarti, mengatakan perempuan harus mandiri secara ekonomi meskipun dari sisi keuangan sudah dipenuhi oleh suaminya. Mandiri secara ekonomi membuat perempuan lebih dewasa serta semakin setara dalam berkomunikasi di keluarga dan lingkungan.


“Perempuan zaman sekarang harus meningkatkan kemampuan diri di segala bidang, termasuk di antaranya bidang ekonomi. Oleh karena itu, saya mendorong kaum perempuan untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh Dharma Wanita,” kata Budiarti.


Kegiatan tersebut, tambah Budiarti, salah satunya adalah kegiatan bazar yang diadakan dalam peringatan Hari Kartini. Kegiatan bazar yang dilakukan tiga kali dalam setahun tersebut bertujuan membantu memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah dengan memberikan ruangan bagi mereka untuk memasarkan produknya langsung kepada masyarakat.


Banyak Permasalahan


Anggota Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, mengatakan para perempuan atau Kartini masa kini masih menghadapi banyak permasalahan, baik di wilayah pribadi maupun publik. Masih banyak perempuan yang mendapat kekerasan oleh suaminya atau menjadi korban kekerasan seksual.


Perempuan juga masih mendapatkan perlakuan yang tidak adil di wilayah publik. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang biasa dipanggil Ninik ini mencontohkan ketidakadilan yang dialami perempuan di wilayah publik, misalnya praktik tes keperawanan terhadap perempuan yang mendaftar menjadi anggota polisi.


Selain itu, masih banyak permasalahan lain yang menimpa warga negara hanya karena dia berjenis kelamin perempuan. “Tahun ini dan ke depan adalah momentum penting bagi perempuan untuk menyadari kebutuhan bersama agar kepentingan perempuan bisa diartikulasikan dengan benar. Ingat, tahun ini adalah tahun politik,” kata Ninik.


Karena itu, Ninik mengajak para perempuan Indonesia untuk mendukung perempuan lain dapat menduduki jabatan penting sebagai pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan baik di legislatif maupun eksekutif. Gerakan bersama untuk mendukung calon-calon perempuan merupakan kesadaran penting yang harus digaungkan bersama di Hari Kartini ini.


Wakil Ketua Komisi IX DPR, Ermalena mengatakan kaum perempuan harus berani menciptakan peluang untuk maju, bukan hanya menunggu. Hal itu sebagaimana ditunjukkan Kartini, yang memperjuangkan kesempatan kemudian mempergunakan sebaik-baiknya. cit/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment