Koran Jakarta | January 17 2017
No Comments
Surat untuk bu Rossa

Humor di Tempat Kerja

Humor di Tempat Kerja

Foto : kj
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan : 

Bu Rossa, saya sangat suka humor. Saya senang ketika melihat orang lain tertawa. Bolehkah humor di tempat kerja? Awal bulan depan saya mulai berkarir. Saya ingin suasana kantor menjadi ceria tapi jangan sampai humor saya membawa masalah. Mohon advisnya Bu. 

Andre, Tangerang 

Jawaban : 

Keseriusan dalam bekerja memang penting, namun menyeimbangkannya dengan some pleasure juga tetap perlu. Bercengkrama ringan dan berbagi tawa dengan rekan kerja sepertinya tidak akan membuat perusahaan merugi, bukan? Chris Robert, asisten profesor di Universitas Missouri-Columbia’s Robert J. Trulaske Sr. College of Business, menemukan bahwa bersenda gurau ketika bekerja justru dapat meningkatkan produktivitas dan kesetiaan karyawan. Humor termasuk dalam emosi positif yang dapat menstimulasi semangat karyawan sehingga meningkatkan performa kerjanya. 

6 Manfaat Humor di Tempat Kerja 

l Tertawa itu sehat 

Bukankah ada yang bilang bahwa tertawa merupakan rahasia panjang umur? Hal ini bukan omong kosong, sebab ketika tertawa berarti Anda meregangkan otot-otot, mereduksi hormon stres, meningkatkan sistem imun, dan melancarkan aliran darah sehingga dapat mencegah serangan jantung. Selain itu, tertawa merupakan cara membakar lemak di perut yang paling cepat, yaitu 3 ½ kalori setiap kali Anda tertawa lepas. 

l Humoris, cepat dipromosi 

Sebuah studi di tempat kerja menyebutkan bahwa orang yang sukses kebanyakan yang memiliki EQ (Emotional Quotient) yang tinggi. Yaitu orang-orang yang dapat mengelola emosi, bisa bekerja sama dengan orang lain, dan memiliki selera humor yang baik. Menurut polling dari Robert Half International, 84% dari 1000 eksekutif menyatakan bahwa pekerja yang humoris cenderung bekerja lebih baik. 

l Jangan ragu menjadi lucu 

Membuat orang lain tersenyum bahkan tertawa selalu memberikan perasaan menyenangkan dalam hati. Anda akan merasa percaya diri dan lebih dihargai jika rekan kerja menyukai lelucon Anda. Orang humoris dengan kepribadiannya yang light dan selalu membuat orang lain senang, biasanya sangat disukai dan memiliki banyak teman. Ini merupakan sebuah keunggulan karena dapat memperluas jejaring Anda. 

l Cara jitu menghilangkan stress 

Tertawa tidak hanya bagus untuk kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental sebab dapat menimbulkan perasaan senang. Keadaan emosi yang baik membuat segala hal terlihat positif, mudah dan ringan. Makanya ketika Anda mulai jenuh, suntuk, dan lelah dengan pekerjaan, bersenda gurau-lah sejenak dengan rekan kerja untuk sekedar mengendurkan otot-otot yang tegang dan me-refresh kembali energi yang terkuras. Setelah tertawa, cara pandang Anda terhadap sesuatu akan berubah, tidak lagi menghakimi, mengkritik, atau meragukan. 

l Hati-hati dengan humor yang bisa menyinggung perasaan 

Sekalipun Anda hanya berniat meramaikan suasana dengan membuat lelucon terhadap seseorang atau sesuatu, berhati-hatilah sebab bisa jadi Anda telah melukai perasaan orang lain. Selalu pertimbangkan situasi, kondisi, dan orang yang Anda ajak bercanda. Hindari menyinggung topik-topik sensitif, misalnya fisik, penampilan, keluarga atau SARA. Gunakan joke ringan yang netral misalnya cerita lucu tentang anak Anda atau pengalaman menyenangkan lainnya. Jika Anda merasa telah kelewatan dan menyinggung orang lain, segeralah minta maaf. Atau sebaliknya jika Anda merasa tersinggung dengan lelucon orang lain, tunjukkan reaksi dengan menegur “Hei, jangan begitu” atau “Jangan berkata seperti itu”. 

l Sampaikan kritik dengan humor 

Untuk meminimalisir efek agresif dan mengancam, kritik atau teguran juga bisa disampaikan dengan nada bercanda. Walaupun akan terdengar kurang serius atau bisa jadi tidak disadari oleh si penerima kritik, cara ini bisa mengurangi dampak sakit hati dan malu yang dirasakan orang tersebut. 

Humor untuk sekedar melepaskan penat memang diperlukan, namun tidak lantas menganggu tugas rutin Anda di kantor. Terlalu banyak bercanda daripada bekerja justru dapat membuat reputasi Anda tidak bagus. Bersikaplah proporsional agar pekerjaan Anda tetap selesai tanpa harus menderita stress.

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment