Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Terobosan Teknologi

Hotel di Singapura Mulai Gunakan Pengenalan Wajah

Hotel di Singapura Mulai Gunakan Pengenalan Wajah

Foto : AFP/YASIN AKGUL
TEKNOLOGI OTOMATISASI - Seorang perempuan menggunakan pemindai pengenalan wajah yang dipasang di Bandara Istanbul, Turki, beberapa waktu lalu. Teknologi biometri digital ini telah dimanfaatkan sejumlah hotel di Singapura untuk efisiensi waktu dan solusi bagi kurangnya tenaga kerja terampil.
A   A   A   Pengaturan Font

SINGAPURA – Para turis yang berkunjung ke Singapura dan in­gin menginap di hotel, saat ini tak perlu repot mengantre untuk check in karena sejumlah hotel di Kota Singa itu sudah mulai menggunakan teknologi pengenalan wajah (facial recognition). Penggunaan teknologi biometri digital ini amat dibutuhkan di Singapura karena selain bisa un­tuk mengefisiensikan waktu, penge­nalan wajah juga bisa jadi solusi bagi kurangnya tenaga kerja terampil.

Negeri penggila teknologi dengan populasi 5,7 juta orang itu, saat ini memang sedang gencar-gencarnya mempercepat otomatisasi demi memperlancar layanan serta keku­rangan tenaga kerja. Sebelumnya Singapura telah menggunakan robot untuk tugas-tugas beragam mulai untuk menjaga kebersihan hingga membuat mi.

Melalui percontohan yang dilun­curkan mulai Rabu (6/11) lalu, tamu tak perlu menunggu untuk melaku­kan check in dengan bantuan staf ho­tel. Kini mereka bisa menggunakan aplikasi di telepon pintar yang di­persiapkan dengan teknologi pen­genalan wajah atau mesin yang bisa memindai paspor mereka.

“Sistem otomatisasi terbaru yang diperkenalkan di Singapura ini akan membantu mempercepat proses check in serta mengurangi waktu tunggu tamu hotel hingga 70 per­sen,” demikian pernyataan Singapore Tourism Board (STB) saat ajang Hotel Industry Conference 2019 pada Rabu.

“Data dari alat pemindai penge­nalan wajah di hotel kemudian akan dikirimkan ke otoritas imigrasi un­tuk dicocokkan dengan foto paspor mereka, demi memastikan bahwa mereka masuk ke Singapura secara resmi. Setelah ada verifikasi dari otoritas imigrasi, kunci kamar tamu hotel pun segera diberikan,” imbuh STB.

Lebih Produktif dan Efisien

Penggunaan sistem teknologi pe­mindaian wajah yang diberi nama E-Visitor Authentication (EVA) itu, saat ini telah dipergunakan di tiga hotel yang ada di Singapura yaitu Hotel Ascott Orchard, Swissotel The Stamford, dan Hotel Grand Park City Hall. Sistem EVA yang dipasang di hotel-hotel tersebut serupa dengan yang telah dipergunakan sejumlah bandara termasuk Bandara Interna­sional Changi.

Berdasarkan keterangan Mar­cus Hanna, manajer umum Hotel Fairmont Singapura dan Swissotel The Stamford, sistem EVA juga telah membantu menghilangkan sejum­lah besar pekerjaan dokumentasi registrasi dan juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

“Di masa lalu terjadi antrean pan­jang di belakang konter resepsionis dimana staf kami secara secara man­ual membantu memproses check-in tamu. Sekarang, teknologi telah me­mungkinkan penyelesaian check-in dalam waktu sekitar tiga menit dan check-out dalam waktu kurang dari 30 detik untuk setiap tamu,” ungkap Hanna.

Menurut data STB, sepanjang ta­hun lalu, Singapura telah dikunjungi oleh sebanyak 18,5 juta turis. Semen­tara itu di Singapura saat ini terda­pat lebih dari 400 hotel dengan total kapasitas kamar berjumlah 67 ribu unit, dimana sektor industri perho­telan itu telah mempekerjakan 35 ribu tenaga kerja dan telah menyum­bang pendapatan dari sektor turisme senilai 4 miliar dollars Singapura

Berdasarkan keterangan Menteri Negara Bidang Perdagangan dan Industri Singapura, Chee Hong Tat, disetopnya sistem check in di hotel-hotel berarti akan mengurangi lebih dari 11 ribu jam kerja staf yang be­kerja pada sebuah hotel besar perta­hunnya. SB/AFP/straitstimes/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment