Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Penghargaan Pahlawan

HMI Syukuran Lafran Pane Pahlawan Nasional

HMI Syukuran Lafran Pane Pahlawan Nasional

Foto : koran jakarta/ rama agusta
Beri Sambutan - Mantan Ketua Umum HMI, Akbar Tandjung ketika memberikan sambutan dalam acara syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasioanl Lafran Pane, di kediaman Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/11).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Usai Lafran Pane ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (9/11), sejumlah tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar syakuran guna memperingati atas penganugerahan tersebut. Mantan Ketua DPR, Akbar Tanjung mengatakan, beryukur atas ditetapkannya Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional.

Penetapan beliau tidak lain atas perjuangan tokoh-tokoh HMI yang dua tahun lalu membentuk stearing commitee atau ketua tim untuk memperjuangkan Lafran Pane ditetapkan sebagai pahlawan nasional. “Kami sebagai kader HMI, bangga permah punya tokoh seperti Lafran Pane,” ujar Akbar Tanjung, dalam acara tasyakuran dan doa bersama atas pengukuhan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, di Kediaman Akbar Tanjung, Jl. Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (13/11).

Adapun tim yang terbentuk kala itu menurut Akbar antara lain, Mantan Dubes Brazilia, Ibrahim Ambong, Mantan Sekjen Kemensos Ghazali Situmorang, Lukman Hakim, Aritonang, Alfan dan Natsir. Akbar melanjutkan, pada saat itu dua tahun lalu, HMI rapat di sini (rumah Akbar Tanjung) pertama kali serta dihadiri oleh Mahfud MD yang berjuang kurang lebih dua tahun untuk mempersiapkan dan merekomendasikan Lafran Pane sebagai tokoh nasional.

Usaha yang dilakukan oleh tim tersebut ialah dengan melakukan sosialisasi perihal kiprah Lafran Pane melalui seminar- seminar yang diadakan kurang lebih di 27 universitas di seluruh Indonesia. “Dalam semimar yang dilakukan tersebut, hampir semua audiensi mengapresiasi kinerja Lafran Pane sebagai salah satu tokoh muda penggerak kemerdekaan,” kata Akbar Tanjung.

Lebih jauh ia menjelaskan alasan didirikannya HMI ialah tak lain dikarenakan, pertama untuk mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat Indonesia di mata dunia, kedua menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam di kalangan mahasiswa muslim sebagai bagian dalam kemajuan bangsa.

“Komitmen keIndonsiaan dan komitmen keIslaman melekat dalam tubuh kader HMI sehingga tidak dapat dipisahkan satu sama lain,” Seperti bunyi mars HMI ‘Yakin usaha sampai untuk kemajuan’, sehingga nampak Islam yang terbuka, inklusif, dan beroientasi kepada keragaman. Ini yang kita jadikan dasar untuk memberikan dukungan kepada Lafran Pane sebagai tokoh nasional. Selain itu Akbar juga mengungkapkan, bahwa Lafran Pane juga merupakan salah satu pemuda perintis kemerdekaan.

Kemudian, beliau juga merupakan guru besar di UII, IKIP dan mahasiswa pertama yang diwisuda oleh UGM mahasiswa jurusan Politik Ketatanegaraan. Lafran Pane juga memiliki pemikiran luas, yaitu, Pancasila adalah ideologi yang dinamis, terbuka dan beorientasi pada kemajuan. Mengingatkan bahwa UUD 45 bukanlah kitab suci dan dapat diubah seiring perkembangan jaman. Dan sistem presidensial akan utuh bilamana pemilihan presiden dilakukan secara langsung.”Pilar-pilar yang sekarang kita rasakan, berawal dari pemikiran beliau,” tukas Akbar. rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment