Koran Jakarta | May 23 2017
No Comments

Hidup Sehat dengan Kombinasi Makanan yang Tepat

Hidup Sehat dengan Kombinasi Makanan yang Tepat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Food Combining Itu Gampang
Penulis : Erikar Lebang
Penerbit : Qanita
Terbit : Cetakan 1, Januari 2017
Tebal : 136 halaman
ISBN : 978-602-402-010-1

Salah satu jalan hidup sehat dengan menerapkan food combining (FC) yaitu pola makan dengan memperhatikan asupan, tidak hanya gizi, tapi juga yang lebih substansial, di antaranya cara tubuh menyikapi dan mengabsorsi dengan baik kandungan gizi dalam satu unsur makanan. Tujuan FC membuat tubuh menjadi sehat dengan menjalani hidup juga sehat (hal 8).

Pelaku FC tidak diet kalori karena tubuh sehat tidak mengacu pada timbangan tepat di angka ideal atau kecilnya lingkar pinggang atau otot perut. Juga tidak mendikte tubuh mengonsumsi sesuatu berlebihan kerena dianggap baik. Contoh, minum susu karena tinggi kalsium. Padahal yang didikte belum tentu diterima tubuh dengan baik karena tidak sesuai kebutuhan.

Melakukan FC secara konsisten menjadikan tubuh mendapat kesehatan maksimal. Bentuk tubuh ideal sesuai kebutuhan dan melambatkan penuaan (hal 12). FC membagi makanan berdasar protein, pati, dan sayuran. FC mengenal padu-padan cocok atau tidak untuk setiap unsur makanan tersebut, seperti pada protein (hewani) dengan sayur merupakan paduan serasi.

Kombinasi antara protein-sayuran dalam jumlah tepat membuat pH netral jaringan tubuh tercapai. Beragam enzim yang hidup dalam sayur segar akan masuk dan segera dimanfaatkan tubuh, menetralisir berat protein hewani (hal 15).

Namun, ideal ini sulit tercapai bila konsumsi protein 2-3 kali lebih besar dari sayuran segar.

Sementara itu, protein (hewani) dengan pati, padu-padan tidak ideal, bila dikonsumsi dalam jumlah dominan, sistem cerna akan kerepotan. Enzim cerna yang terpakai akan kesulitan memilah antara protein dan pati yang harus diproses karena sifat enzimnya.

Pati memerlukan enzim amilase sebagai pemecah agar bisa dicerna dan diserap tubuh. Sementara protein memerlukan enzim pepsin sebagai pemecah unsur-unsurnya agar mudah tercerna tubuh. Sayangnya, kerja amilase akan berhenti begitu tubuh mengaktifkan enzim pepsin. Itu sebabnya, konsumsi pati-protein keliru.

Konsumsi pati dengan sayuran merupakan paduan serasi kerena keduanya berbasis karbohidrat, lebih mudah dicerna dan diterima tubuh. Namun, saat pati dikonsumsi jauh lebih banyak dari sayuran, bisa tercipta lonjakan gula yang berefek tidak baik bagi tubuh. Atau, bila sayuran dikonsumsi dalam keadaan telah diproses panjang, masak suhu tinggi hingga enzimnya mati, menjadi tidak serasi (hal 17).

Saat padu padan telah terjadi, tubuh akan menerima dan mencerna semua dengan baik dan juga memprosesnya secara maksimal. Itu sebabnya, FC tidak mempermasalahkan jumlah kalori, kandungan gizi, atau indeks glikemik, dan sebagainya secara detail. Sebab, fokus utamanya fungsi tubuh dan harmonisasi dengan unsur makanan yang masuk bisa maksimal bekerja sama.

Penerapan FC juga dibarengi pemahaman seni makan sehat, kesegaran makanan terkait nutrisi penting. Hindari makanan yang dipanaskan atas nama higienitas, diberi rasa menggugah selera, diberi warna biar cantik, atau dikemas. Suka tak suka akan kehilangan beragam unsur vital yang dibutuhkan sistem cerna manusia, terutama kebutuhan asupan tepat dan segar.

Diresensi Khairul Amin, Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment