Koran Jakarta | March 25 2019
No Comments
Wahana Luar Angkasa

Hayabusa-2 Mendarat di Asteroid

Hayabusa-2 Mendarat di Asteroid

Foto : AFP/JIJI PRESS
WAHANA HAYABUSA-2 l Wahana pengamat asteroid milik Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Hayabusa-2, saat diperagakan dalam sebuah konferensi pers di Sagamihara, pinggiran Tokyo, pada Agustus 2014 lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO – Sebuah wahana luar angkasa Jepang yang diluncurkan untuk mengumpulkan sampel untuk mengetahui asal muasal kehidupan dan tata surya, dilaporkan para ilmuwan telah berhasil mendarat pada sebuah astreoid sejauh 300 juta kilometer dari Bumi pada Jumat (22/2).

“Wahana Hayabusa-2 berhasil mendarat sejenak di asteroid Ryugu, menembakkan peluru pada permukaannya untuk mengambil sampel debu dan meluncur kembali ke posisi awalnya,” kata pejabat dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Lewat tayangan secara langsung yang disiarkan internet, suasana di ruang kontrol JAXA terlihat dipenuhi anggota staf yang gusar memantau monitor data yang memantau misi pendaratan Hayabusa-2 di asteroid Ryugu. Saat mereka menerima sinyal data bahwa wahana itu berhasil mendarat, sontak ruang itu dipenuhi oleh sorak sorai kegembiraan.

“Kami berhasil melakukan pendaratan termasuk menembakkan peluru ke asteroid Ryugu,” kata manejer proyek Hayabusa-2, Yuichi Tsuda, dalam seebuah konferensi pers. “Kita berhasil melakukan pendaratan secara sempurna dan kondisi terbaik,” imbuh dia.

Ditambahkan oleh manajer misi Hayabusa-2, Makoto Yoshikawa, bahwa prosedur yang cukup rumit ini ternyata memakan waktu lebih sedikit dari yang diperkirakan dan segalanya berjalan tanpa hambatan. “Saya benar-benar lega sekarang. Rasanya sangat lama sampai saat pendaratan terjadi,” katanya.

Yoshikawa juga mengatakan bahwa penembakan peluru pertama dari tiga yang direncanakan dalam misi ini, bisa jadi lompatan atau penemuan baru di bidang ilmu soal planet.

Asteroid itu diperkirakan mengandung sejumlah besar bahan organik dan air dari sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu ketika tata surya lahir. Dalam misi pendaratan Hayabusa-2 dilakukan penembakkan peluru ke bawah permukaan asteroid Ryugu, agar bisa mendapatkan material-material murni yang tidak terpapar dengan angin dan radiasi selama ribuan tahun.

Para ilmuwan berharap sampel-sampel itu dapat memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan mendasar terkait kehidupan dan alam semesta, termasuk apakah unsur-unsur dari ruang angkasa membantu memunculkan kehidupan di Bumi.

Kesulitan Misi

Komunikasi dengan Hayabusa-2 sempat terputus beberapa kali karena antenanya tidak selalu mengarah ke Bumi dan mungkin butuh beberapa hari lagi untuk mengkonfirmasi apakah peluru yang ditembakkan memungkinkan pengambilan sampel.

Misi Hayabusa-2 bisa dikatakan tak mudah apalagi rencana awal pendaratan di asteroid seharusnya terjadi tahun lalu. Kesulitan ini terjadi setelah dilakukan survei terhadap pemukaan asteroid yang ternyata lebih kasar dari yang diperkirakan sehingga memaksa JAXA untuk mengambil lebih banyak waktu untuk menemukan lokasi pendaratan yang ideal. ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment