Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Polemik Avtur I Sampai Kini, Baru Garuda Indonesia Group yang Turunkan Harga Tiket

Harga BBM Pesawat Turun

Harga BBM Pesawat Turun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Harga jual avtur di sejumlah bandara di Indonesia, terutama di Soekarno-Hatta, Cengkareng, kini kompetitif dibandingkan di Changi, Singapura, sehingga tak ada alasan bagi maskapai menjual tiket mahal.

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menurunkan harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai jam 00.00 WIB. Penyesuaian tersebut diharapkan diikuti dengan penurunan harga tiket pesawat. Sebab, selama ini, mahalnya avtur menjadi alasan maskapai menaikkan harga tiket pesawat.

Media Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengungkapkan penyesuaian harga bahan bakar pesawat tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan sejumlah faktor lainnya.

Dia menjelaskan harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Menurutnya, Pertamina secara rutin mengevaluasi dan menyesuaikan harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan. “Untuk periode kali ini (16 Februari 2019), harga avtur turun dibandingkan periode sebelumnya,” ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia mencontohkan harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng turun menjadi 7.960 rupiah per liter dari sebelumnya 8.210 rupiah per liter. Harga ini lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per 15 Februari 2019 sebesar 10.769 rupiah per liter.

“Pertamina berharap penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata,” ujar Arya.

Arya menambahkan, harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen. Lebih lanjut, Arya menegaskan, Pertamina terus berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dengan menyediakan bahan bakar pesawat udara di 67 bandara di Indonesia.

Pihak maskapai penerbangan mangapresiasi langkah Pertamina yang telah menurunkan harga Avtur. Menurut mereka langkah ini akan memberi efek domino ke sektor pariwisata. “Ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina terhadap kondisi industri penerbangan di Tanah Air,” ungkap Ketua Umum Indonesia National Air Carries Association (INACA), I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra.

Turunkan Tarif

Seperti diketahui, lonjakan harga tiket pesawat sejak akhir tahun lalu memicu polemik. Pihak maskapai menuding hal ini dipicu oleh mahalnya harga avtur yang dijual Pertamina. Padahal, Avtur menyumbang sekitar 40 persen terhadap biaya operasi pesawat.

Sebelum Pertamina menurunkan harga avtur, Garuda Indonesia Group melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta Sriwijaya Air-NAM Air Group menurunkan harga tiket di seluruh rute penerbangan sebesar 20 persen mulai 14 Februasi lalu. Penurunan tarif tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal INACA yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

Garuda Indonesia Group berharap akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara dapat semakin terbuka luas, sehingga Garuda Indonesia Group dapat mengakomodir aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” tutup Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara. ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment