Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Kebijakan Energi

Harga BBM Naik Bakal Picu Inflasi

Harga BBM Naik Bakal Picu Inflasi

Foto : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
A   A   A   Pengaturan Font

 

 

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang sedianya diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10).

Rencananya, harga BBM Premium akan naik menjadi 7.000 rupiah per liter untuk Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan 6.900 rupiah per liter di luar Jamali. Pengamat energi UGM Yogyakarta, Fahmi Radhy, mengatakan keputusan pemerintah membatalkan kenaikan harga premium merupakan langkah tepat.

“Sebab, bila premium dinaikkan akan menggerus daya beli dan secara signifikan menaikkan inflasi. Kenaikan inflasi itu akan menyebabkan harga bahan pokok naik, maka yang korban rakyat miskin juga, “ kata Fahmy saat dihubungi, Rabu. Menurutnya, kenaikan harga BBM secara bersama-sama akan langsung mempengaruhi psikologi masyarakat.

“Bisa bikin panik masyarakat karena sebelumnya pemerintah bilang aman. Tapi, kalau pertamax, pertadex, dan juga pertalite memang harus naik. Karena harga minyak dunia sudah tinggi,” kata dia.

Pertamina telah mengumumkan kenaikan harga BBM non subsidi per pukul 11.00 WIB, Rabu (10/10), yakni Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax 10.400 rupiah per liter, Pertamax Turbo 12.250 rupiah per liter, Pertamina Dex 11.850 rupiah per liter, Dexlite 10.500 rupiah per liter, dan Biosolar Non PSO 9.800 rupiah per liter.

 

Sepakat Ditunda

 

Sebelumnya, Deputi Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, mengatakan kenaikan harga BBM jenis premium yang sudah diumumkan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, diputuskan untuk ditunda.

“Menteri BUMN (Rini Soemarno) sudah meminta kepada Pak Jonan untuk menunda (kenaikan harga premium),” kata Fajar. Kementerian BUMN kemudian menanyakan (cross check) kenaikan harga premium ke Pertamina mengingat perusahaan pelat merah tersebut baru saja menaikkan BBM jenis nonsubsidi jenis pertamax series.

“Oleh karena itu, Menteri BUMN cross check ke Pertamina dan mereka bilang tidak siap untuk menaikkan dua kali, sehingga perlu waktu. Belum tahu apakah akan naik,” ujar Fajar. 

 

Ant/ahm/YK/ers/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment