Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Seleksi Capim KPK

Hanya Satu “Incumbent” yang Tersisa

Hanya Satu “Incumbent” yang Tersisa

Foto : sumber: Pansel Capim KPK
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) mengumumkan 20 peserta lulus dari tes profile assesment. Jumlah itu merupakan hasil seleksi dari 40 orang. Dua di antara 20 peserta yang lulus itu berasal dari lingkungan KPK, yaitu incumbent Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, serta pegawai KPK, Sujarnako. “Seleksi Capim KPK 2019– 2023 dari 40 orang peserta yang mengikuti profile assesment pada 8–9 Agustus 2019, yang dinyatakan lulus 20 orang,” kata Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasihm, di Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (23/8).

Kemudian, mereka yang berasal dari Polri empat orang, yakni Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Irjen Antam Novambar, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri, Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani, serta Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri Brigjen Sri Herwanto.

Mereka yang berasal dari lingkungan Kejaksaan adalah Johanis Tanak, Sugeng Purnomo, dan Supardi. Kemudian, auditor BPK I Nyoman Wara, advokat Lili Pintauli Siregar, pensiunan jaksa Jasman Pandjaitan, hakim Nawawi Pomolango, dosen Luthfi Jayadi Kurniawan, dosen Neneng Euis Fatimah, dan dosen Nurul Ghufron.

Lalu, PNS Sekretaris Kabinet Roby Arya, PNS Kementerian Keuangan Sigit Danang Joyo, penasihat Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Jimmy Muhamad Rifai Gani, serta karyawan BUMN Cahyo RE Wibowo. Yenti mengatakan 20 peserta yang lulus ini merupakan hasil penilaian dari masukan masyarakat, perguruan tinggi, dan laporan rekam jejak dari delapan lembaga. Lembaga yang dilibatkan, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Badan Intelijen Negara, Polri, KPK, Kejaksaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak, Badan Narkotika Nasional. Yenti menyatakan para peserta seleksi Capim KPK yang lulus tersebut akan mengikuti tes lanjutan.

Pertama, Senin (26/8), para peserta akan melakukan tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto. Kemudian, keesokan harinya, yakni Selasa (27/8) hingga Kamis (29/8), dilakukan tahapan wawancara dan uji publik.

Setidaknya setiap satu hari, ada 7 peserta yang akan mengikuti tes wawancara dan uji publik. Adapun terkait faktor penyebab 20 nama lainnya yang tidak lulus profile assessment, termasuk komisioner KPK Laode M Syarif, dan Basaria Panjaitan, anggota Pansel Capim KPK Hendardi tak menjawabnya secara gamblang. “Ya memang namanya seleksi harus ada yang enggak lulus. Kalau semua kita lulusin, bingung, gimana negara bayar KPK. Memang target kita gitu sekitar 20-an, pas terakhir 10,” ujar Hendardi. ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment