Koran Jakarta | October 20 2017
No Comments
Surat untuk bu Rossa

Hal yang Sering Luput Saat Interview

Hal yang Sering Luput Saat Interview
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya sudah tiga kali gagal dalam interview ketika melamar kerja. Mungkinkah ada hal-hal penting yang tidak saya perhatikan? Mohon advisnya bu. Terima kasih.

 

Rendra, Jakarta

 

Jawaban :

IPK tinggi dan membawa nama universitas terkenal di ibukota bukanlah sebuah jaminan Anda bisa lolos dari sesi interview kerja dengan mudah. Terkadang, HRD (Human Resource Department) dan para manager tidak hanya melihat kedua faktor tersebut sebagai jaminan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat. Persiapan diri yang matang pastinya akan membantu Anda untuk bisa melewati proses interview dengan sebaik mungkin.

Mungkin banyak tips yang beredar seputar hal-hal yang tidak pantas dilakukan ketika interview. Namun ada beberapa hal yang  seringkali luput dari perhatian para calon pencari kerja saat akan menghadapi sesi interview.

 

Pelajari latar belakang perusahaan yang akan meng-interview Anda.

Tidak perlu mengetahui detail kapan persisnya perusahaan tersebut didirikan, atau siapa saja nama jajaran pemilik sahamnya. Tapi ada baiknya Anda mengetahui dengan baik tentang industri yang dikelola oleh perusahaan tersebut. Jika berada dalam bidang retail, Anda setidaknya harus tahu nama-nama brand atau produk yang mereka luncurkan secara internal. Hal ini sangat mudah, apalagi kini dengan kemudahan mesin pencari Google, sebagian besar hal yang umum dapat Anda ketahui dan pelajari.

 

Pakaian yang pantas

Dalam hal penampilan, ada warna-warna pakaian tertentu yang sangat cocok jika Anda kenakan untuk menghadiri sebuah sesi wawancara kerja. Sebaiknya pilih dan coba beberapa kemeja terbaik yang Anda miliki di lemari, dan lihat tampilan Anda melalui cermin. Hindari penggunaan kemeja bermotif yang memusingkan atau warna yang terlalu mencolok. Kesan pertama sangatlah penting dalam sebuah interview. Pastikan Anda memberikan kesan terbaik agar Anda menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan.

 

Gesture atau Bahasa tubuh

Memiliki latar belakang di bidang psikologi, para HRD tentunya sudah mengetahui gelagat atau bahasa tubuh orang yang percaya diri dan yang tidak. Pastikan Anda menjadi kandidat yang memancarkan kepercayaan diri secukupnya, karena terkadang terlalu percaya diri pun bisa menampilkan kesan yang arogan, dan kesan tersebut pastinya akan menyulitkan Anda untuk bisa lolos sesi interview. Bahu tegap, kontak mata dan senyum yang ramah adalah beberapa hal yang bisa Anda latih. Jabat tangan yang mantap pun sangat penting dalam memberikan kesan pertama. Latih pembawaan diri Anda setiap kali bertemu dengan orang baru.

 

Hindari kesalahan kecil yang tidak perlu dilakukan

Biasanya, karena gugup atau panik, Anda bisa secara tidak sengaja melakukan hal-hal yang sebenarnya sederhana namun mampu menjadi poin negatif di mata pewawancara. Matikan handphone Anda atau matikan terlebih dahulu dulu nada deringnya selama sesi interview berlangsung. Melontarkan lelucon yang kurang pantas juga harus Anda hindari. Sebaiknya pastikan bahwa Anda tahu jenis candaan dan gurauan yang pantas. Jika tidak, maka sebaiknya jangan mempertaruhkan kredibilitas personal dan nama baik Anda hanya demi sebuah gurauan, yang akan membuat Anda gagal untuk melewati proses interview.

 

Berterima kasih

Ucapkan terima kasih setelah proses interview berlangsung. Banyak sekali para pencari kerja yang lupa mengucapkan terima kasih ketika sudah selesai melalui sesi interview. Maka dari itu biasakan diri untuk selalu berterima kasih, mengingat Anda hanya memiliki satu kali kesempatan untuk bisa lolos ke proses rekrutmen yang selanjutnya, maka sebaiknya berikan kesan hingga akhir dengan baik. Berterima kasih untuk waktu dan kesempatan yang telah  diberikan, dan siapa tahu Anda lolos sesi interview dan berberkesempatan untuk mengikuti tahap rekrutmen berikutnya. Semoga beruntung!

               

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment