Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Penegakan Hukum

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Romahurmuziy

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Romahurmuziy

Foto : ANTARA/YULIUS SATRIA WIJAYA
SIDANG PRAPERADILAN - Kuasa hukum Romahurmuziy, Maqdir Ismail (kiri) memberikan berkas kepada Hakim tunggal Agus Widodo pada sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (14/5).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Agus Widodo, menolak praperadilan yang diajukan oleh tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Romahurmuziy alias Romi. Dengan begitu, hakim menyatakan penetapan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PP) sebagai tersangka yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah sah secara hukum.

“Menyatakan eksepsi termohon tidak dapat diterima sepenuhnya. Menolak permohonan praperadilan pemohon (Romi) untuk seluruhnya,” kata hakim Agus, saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/5). Hakim berpendapat, penyelidikan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sah.

Ia menambahkan, penetapan tersangka telah sesuai dengan KUHP yang tertuang dalam surat perintah penangkapan pid.00/01/03/2019. Salah satu pertimbangan hakim adalah dua barang bukti yang dimiliki KPK. “Hal itu cukup untuk menetapkan Romi sebagai tersangka,” ujarnya Agus.

Menariknya, sebelum putusan dibacakan, Romi mencabut praperadilan yang diajukannya melawan KPK. Hal tersebut disampaikan langsung oleh pengacara Romi, Maqdir Ismail. “Kami menyampaikan surat pencabutan praperadilan, sementara pihak pemohon keberatan, maka sepenuhnya saya serahkan kepada yang mulia,” ujar Maqdir.

Dalam permohonannya, Maqdir menuding penyidik KPK melakukan tindakan ilegal karena menyadap dan merekam pembicaraan tanpa didasari surat perintah penyelidikan.

 

Kembali Sakit

 

Sementara itu, Maqdir Ismail mengatakan Romi kembali sakit sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit (RS) Polri. Maqdir menambahkan, ini menjadi salah satu pertimbangan dicabutnya gugatan praperadilan.

“Iya (sakit), salah satu di antaranya yang belum selesai adalah ginjalnya. Itu yang juga menjadi masalah buat dia,” jelas Maqdir. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan Romi kembali dibawa ke RS Polri. Hal ini disebabkan, menurut dokter perlu rawat inap, sehingga perlu dilakukan pembantaran kembali.

“Namun, proses penyidikan untuk Romi tetap akan dilakukan, apalagi dalam putusan praperadilan menegaskan beberapa hal termasuk keabsahan proses yang dilakukan KPK. Selama dibantarkan, tidak dihitung pengurangan lama tahanan,” katanya.

Febri menambahkan, dua orang tersangka yang diduga sebagai pemberi suap, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten (Kab) Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ), dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS), akan segera menjalani persidangan. Rencananya, persidangan keduanya akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. 

 

ola/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment