Koran Jakarta | June 25 2018
1 Comment

Hadapi si Iri Hati di Kantor

Hadapi si Iri Hati di Kantor
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan :

Bu Rossa, ada rekan kerja yang tampak iri dan beru­lang kali berusaha menjatuh­kan saya. Bagaimana cara yang tepat untuk mengh­adapinya?

Jawaban :

Dalam lingkungan kerja, anda tidak bisa menghindari interaksi dengan rekan-rekan di kantor. Anda dituntut untuk pandai bergaul dan menyesuaikan diri. Karena kepiawaian anda dalam berinteraksi plus komuni­kasi terbukti cukup jitu untuk mendongkrak karir anda. Tapi masalahnya, tidak semua rekan kerja menyenangkan.

Bahkan berdasarkan pengalaman banyak orang, nyaris di setiap kantor ada saja rekan kerja yang bersi­kap tidak simpatik dan tidak menyenangkan. Di antara sikap yang tidak simpati ada­lah sikap sirik alias iri hati.

Sebetulnya sikap iri hati itu adalah hal yang cukup manusiawi. Karena tiap orang tentu ingin sukses juga seperti orang lain di lingkungannya. Tapi pada kenyataannya orang yang iri hati banyak yang melaku­kan aksi destruktif terha­dap orang yang ia anggap pesaingnya. Bahkan sering­kali ia menganggap pesaing sebagai musuh. Sehingga ia menumbuhkan sikap senti­men terhadap orang yang menyainginya.

Nah bagaimana jika ada orang yang iri hati terhadap kesuksesan anda di kantor? Tentu sangat tidak nyaman bukan? Mungkin kalau cukup iri hati tanpa melakukan tin­dakan yang merugikan, tidak masalah. Tapi jika sampai bertindak di luar batas kesa­baran hingga mengganggu kenyamanan anda di kantor, anda tidak bisa tinggal diam. Anda perlu siasat tersendiri.

Tapi ingat, menciptakan genderang permusuhan de­ngan si iri hati bukanlah so­lusi yang pas. Melabrak dan memakinya juga sangat tidak intelek. Karena tentu ia akan semakin tidak menyukai anda. Lalu bagaimana? Yang terpenting, anda harus men­jaga emosi. Jangan terpanc­ing melakukan aksi balas dendam. Berpikirlahlah posi­tif bahwa orang yang iri pada anda sesungguhnya mem­perhatikan anda. Lagipula emosi hanya akan membuat pekerjaan anda terganggu.

Lebih baik anda fokuskan perhatian pada pekerja­an. Berikan kesan bahwa anda tidak terpengaruh oleh sikapnya. Abaikan saja segala perilakunya yang meman­cing emosi. Biasanya si iri hati gemar mengkait-kaitkan masalah pekerjaan dengan hal-hal yang tidak relevan, ingat jangan terpancing.

Untuk sementara, agar lebih aman jaga jarak komu­nikasi dengannya. Karena memang gerah juga kalau harus berdekatan dengan orang yang selalu iri. Jika terlalu dekat dengannya di­khawatirkan masalah akan semakin meruncing. Meski demikian, jika anda terpaksa berkomunikasi dengannya bersikaplah netral. Beru­sahalah untuk tetap berko­munikasi dengan baik. Pada intinya anda harus fleksibel menghadapinya, kapan anda harus mendekatinya dan kapan anda harus menjaga jarak dengannya.

Jika penyakit irinya nggak sembuh-sembuh alias ke­lamaan, anda jangan lantas membencinya. Anda justru harus kasihan dengan orang semacam ini. Sebagai teman, sekalipun ia membenci anda, anda harus bersikap bijak. Ajak ia bicara baik-baik un­tuk membicarakan masalah sesungguhnya. Katakan bah­wa anda pun sebenarnya ma­sih banyak kekurangan dan masih perlu belajar. Biasanya sikap rendah hati akan mem­buatnya sadar bahwa anda tidak layak dibenci.

Sebaliknya sikap arogan akan membuatnya sema­kin panas dan bersemangat membenci anda. Tekankan bahwa ia tetaplah rekan kerja anda dan merupakan bagi­an dari tim. Katakan bahwa andapun bersedia memban­tunya jika ia menghadapi kesulitan. Tetapi kalau sikap baik anda tetap dihadapi de­ngan konfrontasi, apa boleh buat. Berarti memang ada se­suatu yang nggak beres pada dirinya. Daripada makan ati, lebih baik anda cuekin aja.

Sebisa mungkin hindari pembicaraan dengannya un­tuk meminimalkan masalah, kecuali terpaksa. Dan jangan pernah menjelek-jelekkan namanya. Bersikaplah sen­etral dan sebiasa mungkin. Dengan demikian, lama-la­ma ia juga sadar kalau sikap irinya hanya akan membakar dirinya sendiri.

View Comments

Astuti
Rabu 13/6/2018 | 09:51
Saya sepakat dgn Ibu Rosa, tips dr Ibu Rosa sangat bermanfaat,kesabaran menghadapi orang yg selalu iri hati dan memusuhi kita pasti akan ada hasilnya.

Submit a Comment