Koran Jakarta | September 23 2018
No Comments
Arus Mudik - Jalur Nagreg Diberlaklukan Sistem Satu Arah

H-2 Lebaran, Macet di Jalur Mudik

H-2 Lebaran, Macet di Jalur Mudik

Foto : ANTARA/Adeng Bustomi
Jalur Selatan Macet - Antrean kendaraan pemudik memadati Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (13/6)
A   A   A   Pengaturan Font
Kepadatan di jalan tol Jakarta-Cikampak terjadi hingga malam dan hari ini (Kamis, 14/6) akan normal lagi.

 

JAKARTA – Kemacetan parah terjadi di sejumlah ruas jalan di jalur utara maupun selatan Pulau Jawa pada Rabu (13/6) atau dua hari (H-2) menjelang Idul Fitri. Akibatnya, banyak kendaraan terjebak macet panjang di jalur mudik.

“Rabu ini memang terjadi puncak arus mudik, setelah pada H-6 dan H-7 juga terjadi puncak mudik,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya di Cikarang, Rabu.

Budi memperkirakan kepadatan di jalan tol Jakarta-Cikampak akan terus terjadi hingga malam hari dan esok hari (Kamis, 14/6) akan normal lagi.

“Sekalipun terjadi kepadatan di gerbang tol Cikarang Utara, secara umum pelaksanaan arus mudik normal, sekalipun dari udara tadi saya pantau menjelang tempat istirahat atau rest area terjadi kemacetan panjang,” kata Menhub.

Sementara itu, Korlantas memberlakukan contraflow di Jalan Tol Cikampek-Palimanan Km 138, sehingga diberlakukan satu arah (one way) guna mengurai kepadatan yang terjadi di ruas Jalan Tol Cipali.

Sementara itu, kendaraan menuju arah Jakarta dikeluarkan ke exit Jalan Tol Indramayu. Nantinya kendaraan yang melewati lajur one way ini akan tetap dikeluarkan di Pintu Tol Palimanan.

Pintu tol di Gerbang Tol Palimanan juga dibuka untuk kendaraan yang mengarah ke Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). Diperoleh laporan, kepadatan ini terjadi karena antrean panjang di rest area Km 166.

Di rest area tersebut terjadi penumpukan kendaraan pemudik yang ingin beristirahat. Ditambah lagi banyak mobil yang berhenti di bahu jalan setelah rest area tersebut.

Nagreg “One Way”

Di jalur selatan dilaporkan, polisi beberapa kali memberlakukan sistem satu arah di kawasan Cikaledong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, menuju arah Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk mengurai kepadatan arus kendaraan.

Kepala Unit Lantas Polsek Nagreg, AKP Chevy mengatakan, sistem satu arah atau one way itu sudah diberlakukan sejak Selasa (12/6) malam ketika terjadi lonjakan arus kendaraan.

“Sistem one way sudah kami berlakukan sejak semalam, ini untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan,” katanya.

Ia menuturkan, kepadatan arus kendaraan di jalur mudik Nagreg dari arah Bandung menuju Garut sudah cukup panjang di titik Jalan Cagak.

Arus kendaraan di jalur Nagreg cukup padat, bahkan jarak kendaraan satu dengan lainnya cukup dekat, namun kondisi tersebut tidak sampai berhenti lama.

Sementara itu, kepadatan arus kendaraan di jalur mudik utara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bergeser ke kawasan pasar tradisional karena pengendara menunggu malam untuk meneruskan perjalanan.

“Kepadatan kendaraan memang sudah terasa sejak pagi hari karena banyak pemudik yang mengambil waktu malam hari untuk ke Sukabumi supaya tidak terjebak kemacetan,” kata Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Galih Raditya.

Di jalur mudik Sukabumi, arus lalu lintas menjelang Rabu sore ini tersendat di beberapa titik khususnya mendekati dan sekitar lokasi pasar seperti di Pasar Cicurug, Pasar Parungkuda dan Cibadak.

Selain itu, tersendatnya arus lalu lintas terjadi di pertigaan yang menghubungkan dengan jalur lain sehingga ada pertemuan kendaraan dari berbagai arah.

Galih menambahkan H-2 merupakan puncak arus mudik yang awalnya diprediksik pada H-3. Bahkan volume kendaraan yang masuk pada H-2 ini meningkat sekitar 15-20 persen dibandingkan H-3. Ant/tgh/SB/YK/SM/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment