Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments

Gus Zainal Berjuang Memberdayakan Kaum Miskin

Gus Zainal Berjuang Memberdayakan Kaum Miskin
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Jagatnya Gus Zainal
Penulis : Bernando J. Sujibto
Penerbit : Kutub
Cetakan : Maret 2019
Tebal : 250 halaman
ISBN : 978–623-90308-1-0

Tak sedikit orang yang berhasrat membantu orang miskin saat ekonomi mereka telah mapan. Tanpa kemapanan ekonomi, mereka khawatir akan mengalami persoalan finansial akut. Berbeda dengan Gus Zainal. Menurut buku ini, di saat penghasilannya tak seberapa, dia justru getol membantu mahasiswa yang lemah secara ekonomi. Pendiri pesantren Hasyim Asy’ari, di Yogyakarta, ini memberdayakan golongan tidak mampu dengan cara memberikan uang secara langsung atau memberdayakan lewat berbagai usaha mandiri. Dengan itu, mereka bisa mendapat penghasilan (hlm 15).


Dia hanyalah dosen dengan penghasilan yang sebenarnya hanya cukup untuk istri dan lima anaknya. Namun, kondisi mahasiswa yang berasal dari keluarga tak mampu membuat iba sehingga mendorongnya untuk mengontrak rumah di depan kediaman untuk ditempati mahasiswa miskin secara cuma-cuma. Dia kadang memberi bantuan finansial untuk biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Mereka juga dididik untuk bekerja keras dengan segala potensinya.


Zainal punya semboyan, “Hidup kalian yang miskin jangan percaya pada komentar ‘tulang miskin’! kalian bisa memecahkan kenyataan itu dengan kerja keras, sekerasnya,” (hlm 199). Sebagian mahasiswa lantas bekerja keras lewat dunia tulisan. Zainal mengajari mereka serta menyediakan komputer dan ribuan sumber bacaan. Dari honor tulisan, mereka bisa berbagi penghidupan dengan sesama teman asrama sekaligus membayar uang kuliah.


Sedangkan yang tidak bisa menulis, bekerja serabutan dari menjadi loper koran hingga kuli bangunan. Perjuangan keras mereka tidak sia-sia. Mereka bisa menyelesaikan kuliah tanpa sedikiti pun meminta kiriman dari orang tua. Bahkan terkadang mereka mengirim uang kepada orang tua, walau tak seberapa. Lebih dari itu, spirit kerja keras dan kemandirian telah terpatri dipadu gemilang dengan kompetensi yang mereka miliki.


Sebagian mahasiswa itu lantas ada yang melanjutkan kuliah ke luar negeri. Kompetensi yang dimiliki sangat membantu mendapatkan beasiswa. Sebagian lagi ada yang menjadi dosen dan wirausahawan. Prinsip kerja keras, kemadirian, dan keterampilan yang Gus Zainal tanam membuat mereka bisa lepas dari kemelut kemiskinan.


Pengemis juga menganggap salah satu jajaran pengurus Ansor tersebut sebagai pribadi mengesankan. Seorang pengemis perempuan berkisah bahwa dia dengan anaknya yang masih berusia dua tahun, pernah mendatangi rumah Gus Zainal. Saat itu, dia sedang menemui beberapa pejabat. Mengetahui ada orang yang menguluk salam dan menadahkan tangan, dia segera datang dan mengajak perempuan itu ke ruang tamu, berkumpul bersama dengan para pejabat tersebut. Tentu saja si perempuan merasa tak enak.


Zainal segera mengajaknya ke dapur, mempersilakan dirinya untuk makan. Setelah para pejabat itu pulang, dia diajak ke ruang tamu untuk berbincang-bincang. Dengan terus terang, perempuan tersebut meminta bantuan uang untuk membayar baju sekolah anaknya. Segera dia mengambil kontak motor dan memboncengkan perempuan tersebut berangkat ke sekolah untuk melunasi uang baju tersebut (hlm 192).


Kepedulian Zainal didorong oleh rasa kemanusiaan yang bersumber pada nilai spiritual yang diyakininya bahwa hidup dunia adalah perjuangan untuk mengabdi pada Tuhan. Cara terbaik lewat pengabdian kepada sesama. Ada kepuasan jiwa saat bisa menolong orang, walaupun itu dilakukan dalam kondisi tidak berkelimpahan.
Prinsip demikian di masa sekarang perlu ditanamkan. Sebab makin meningkatnya angka kemiskinan bersanding dengan tingginya angka ketidakpedulian untuk membantu mereka. Makin lebarnya kesenjangan kaya dan miskin akan menjadi bom waktu yang justru merugikan kehidupan bersama. Kesenjangan itu bisa dijembatani salah satunya dengan kepedulian yang memberdayakan.


Diresensi Habibullah
Alumnus Pascasarjana UIN Malang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment