Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Pendidikan Nasional

Guru Mesti Miliki Kemampuan Multisubjek

Guru Mesti Miliki Kemampuan Multisubjek

Foto : ISTIMEWA
Muhadjir Effendi
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Para guru ha­rus memiliki kemampuan multisubjek yakni pengua­sai lebih dari satu mata pela­jaran yang serumpun secara mayor maupun minor. Guru multisubjek dinilai dapat membuat pembelajaran le­bih efisien dan bisa menjadi solusi kekurangan guru di Indonesia.

“Kalau guru lebih dari satu mata pelajaran diang­gap tidak linear dan tidak sah, saya kira ada kesalah­an agak fatal di dalam pe­rumusan kebijakan masalah pola pendidikan calon-calon guru,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi, di Jakarta, Rabu (12/6).

Menurut dia, agar program tersebut bisa optimal, lanjut­nya, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan melakukan pelatihan bagi para guru dengan memaksimal­kan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK). Ia menyebut beberapa LPTK sudah mulai menyiapkan guru multisubjek.

Menanggapi hal itu, Sekre­taris Jenderal Forum Sekre­taris Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, mengatakan kebijakan guru multisubjek menyalahi Undang-Undang Guru dan Dosen No 14 Tahun 2005 yang mengatur bahwa guru memiliki kualifikasi aka­demik dan latar belakang pen­didikan sesuai dengan bidang tugas .

Ia menilai rencana keha­diran kebijakan tersebut akan membuat rencana-rencana peningkatkan kompetensi guru tidak maksimal.

“Sekarang saja masih ba­nyak guru yang harus diting­katkan kompetensi di bidang keilmuannya. Jangan mem­bebani lagi guru dengan kebi­jakan multisubjek. Fokus saja dengan program peningkatan kompetensi guru yang ada me­lalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), toh sejauh ini juga belum maksimal,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Riset Teknologi dan Pendidik­an Tinggi, M Nasir, meminta kepada Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) agar mampu mencetak guru-guru yang berkualitas terutama da­lam penguasaan ilmu murni yang dipelajari di kampus.

Setelah lulus dari perguruan tinggi atau menjadi sarjana, jika ingin menjadi guru atau mengajar maka mereka harus terlebih dahulu mengikuti Pro­gram Pendidikan Profesi Guru (PPG). ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment