Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Pariwisata | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments
Pembangunan Desa

Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Pariwisata

Gunakan Dana Desa untuk Kembangkan Pariwisata

Foto : ISTIMEWA
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trans­migrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Desa-desa di Indonesia mengembangkan dana desa untuk pariwisata agar desa mampu mandiri secara finansial. Saat ini, su­dah banyak desa yang sukses, pendapatan desa lebih besar dari pada dana desanya.

“Desa-desa tersebut me­ngembangkan dana desa pada beberapa sektor,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trans­migrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, pada acara Festival Desa Wisata di Ja­karta, Selasa (13/).

Salah satu contoh desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk membangun pariwisata adalah Desa Pong­gok, Klaten, Jawa Tengah.

Desa tersebut membuat ko­lam wisata Umbul Ponggok. Di sini para wisatawan bisa berfoto di bawah air sambil berpose dengan benda-benda yang sehari-hari dijumpai di daratan, seperti sepeda mo­tor. “Kini desa tersebut sudah menghasilkan pendapatan desa sebesar 14 miliar rupiah,” ujarnya.

Contoh desa lain yang dapat mengembangkan menjadi desa wisata adalah Desa Kutuh di Bali yang berhasil menjadikan desa itu sebagai tempat wisata olahraga paralayang.

Menurut Eko, desa tersebut sudah bisa menghasilkan 17 miliar rupiah per tahun de­ngan jumlah pajak sebesar tiga miliar rupiah. Nilai pajak itu, lebih besar dibandingkan dari dana desa yang diberikan yang hanya sekitar 800 juta rupiah.

“Kini kesejahteraan masyarakatnya meningkat, angka pengangguran berkurang, dan tak ada lagi narkoba di sana,” tambahnya.

Untuk membangun desa wisata, menurut Eko sebenar­nya mudah, yaitu membangun citra desa wisata, membuat acara dan kompetisi. “Dengan mempergunakan dana desa untuk membangun wisata, maka akan tercipta lapang­an kerja dan pendapatan desa yang lebih besar dari dana desa,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Eko berharap menteri desa yang baru yang akan menggan­tikannya mendengar aspirasi dari desa. “Menteri baru nanti dari mana saja tidak masalah, yang paling penting punya ko­mitmen dan punya energi un­tuk turun dan mendengar aspi­rasi dari desa,” katanya.

Kemendes PDTT telah membuat buku panduan apa saja yang telah dikerjakan, cerita sukses dan tantangan ke depan dalam memba­ngun desa-desa di Indonesia. “Buku tersebut bisa jadi pe­gangan menteri berikutnya,” kata Eko.

Menurut Eko, sesuai ke­inginan Presiden Joko Widodo, menteri yang akan menjabat sebagai menteri desa berikut­nya adalah orang muda, orang yang memiliki kreativitas dan visi untuk membangun desa ke depan. eko/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment