Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments
Keamanan Ibu Kota l Polda Berharap Tokoh Lintas Agama Ikut Serta Ciptakan Kondusif

Gubernur dan Pangkostrad Siap Amankan Jakarta

Gubernur dan Pangkostrad Siap Amankan Jakarta

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Polda Metro Jaya berharap tokoh lintas agama turut serta memelihara suasana kondusif menjelang pesta rakyat Pemilu dan Pilpres 2019.

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Besar Harto Karyawa, beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan keamanan Ibu Kota.

“Tadi, kami membicarakan banyak hal, tapi kaitannya semua adalah bagaimana kami bisa bekerja sama lebih baik. Sehingga, institusi Pemprov dan Kostrad bisa sama-sama memastikan Jakarta sebagai Ibu Kota aman, damai, dan kondusif,” kata Anies usai mengadakan pertemuan bersama Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Besar Harto Karyawa, di Gedung Balai Kota Jakarta, Selasa (12/2).

Dia mengatakan tugas Kostrad yang amat strategis membutuhkan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta. Begitu pun sebaliknya, Kostrad berkomitmen untuk membantu berbagai program dan kegiatan Pemprov DKI Jakarta, termasuk dalam menyukseskan Pemilu 2019.

“(Kami) tidak ada (pembicaraan) yang khusus dalam artian ancaman, tidak ada. Kami berbicara misalnya sama-sama berada di kawasan Monas,” kata Gubernur.

Bagaimana kawasan Monas menjadi kawasan tempat seluruh masyarakat merasakan kebersamaan, interaksi bersama dan dengan rancangannya. Jadi, berdiskusi seputar itu. Tapi, tidak ada sebuah spesifik keamanan, mengenai potensi masalah. Diharapkan, Jakarta aman, tenang, damai selama dua bulan ke depan, sampai masa yang akan datang, katanya

Sementara itu, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan hangat dari Gubernur Anies beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta Besar Harto menambahkan bahwa terdapat tugas strategis Kostrad dalam mengantisipasi titik rawan keamanan di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta.

“Keberadaan Kostrad di DKI Jakarta ini memberikan arti juga, memberikan tugas-tugas mengamankan Ibu Kota sebagai kota pusat pemerintahan dan juga sebagai kota ekonomi, dan kota sosial,” katanya.

Menurutnya, hal itu patut dijaga keamanannya, situasinya, dan Kostrad siap untuk mengamankan itu bila terjadi hal-hal yang membutuhkan kehadiran Kostrad untuk mengamankannya.

Suasana Kondusif

Sementara itu, Polda Metro Jaya berharap tokoh lintas agama turut serta memelihara suasana kondusif menjelang pesta rakyat Pemilu dan Pilpres 2019.

“Menjelang pemungutan suara pada bulan April 2019 diprediksi suhu politik ke depan akan hangat. Saya berharap seluruh stekholder terkait dan tokoh lintas agama memelihara suasana kantibmas agar aman dan kondusif, menjadi cooling system mengatasi potensi gangguan,” kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Polisi Wahyu Hadiningrat.

Hal tersebut diungkapkan Wahyu mengomentari dihelatnya silaturahmi Polda Metro Jaya dan tokoh-tokoh lintas agama di Balai Polda Metro Jaya, Selasa.

Wahyu juga menjelaskan bahwa berita bohong (hoax) menjadi momok bagi masyarakat Indonesia saat ini. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk ikut menanggulangi sebaran berita hoax yang marak terjadi akhir-akhir ini.

“Saat ini kita lihat bersama banyaknya terjadi dan marak berita bohong, hoaks, fitnah, ujaran kebencian dan politik identitas. Menghadapi hal itu Polri tidak bisa bergerak sendiri, harus ada kerja sama ‘stekholder’ terkait khusunya tokoh lintas agama,” ujarnya.

Dalam silaturahim tersebut, semua peserta membaca ikrar secara bersama-sama yang dipimpin oleh perwakilan tokoh lintas agama.  emh/Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment