Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Tertib Lalu Lintas

Go-Jek Setuju Aturan Larang Gunakan GPS

Go-Jek Setuju Aturan Larang Gunakan GPS

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Sejumlah pengemudi ojek online setuju dengan aturan yang melarang penggunaan GPS saat berkendara demi alasan keselamatan, namun mengeluhkan besarnya ancaman denda dalam peraturan baru tersebut.

“Kalau pasalnya untuk tujuan keselamatan setuju, tapi dendanya, sebagai driver pasti keberatan karena nominal dendanya cukup besar juga 750.000 rupiah,” ujar Barry, pengemudi ojek online yang biasa beroperasi di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Tujuan keselamatannya bagus sih, karena kalau mengendarai motor harus fokus ke jalan bukan ke handphone atau GPS. Itu juga berpengaruh karena ada juga kecelakaan lalu lintas akibat melihat handphone atau GPS,” kata pengemudi yang berdomisili di Tanjung Priok tersebut.

Sedangkan Saifullah, pengemudi ojek online yang juga beroperasi di bilangan Kelapa Gading mengaku agak keberatan dengan larangan tersebut.

“Kalau mengoperasikan GPS yang ditempel di kendaraan ditindak juga pastinya cukup keberatan, karena melihat GPS kan hanya sesaat,” ujarnya.

Meski demikian, dia setuju dengan pemberian sanksi terhadap penggunaan GPS yang membahayakan seperti menggunakan GPS dengan satu tangan sambil melaju. “Setuju kalau untuk keselamatan, karena memang berbahaya kalau pakai GPS dengan tangan satu sambil berjalan,” ujarnya.

Meski demikian, Saifullah mengaku pasrah dengan penerapan aturan tersebut seraya mengatakan besaran denda tersebut cukup berat.

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Herman Ruswandi mengatakan pengemudi yang mengoperasikan fitur “global positionig system” (GPS) di telpon seluler saat berkendara, bisa dikenakan denda sebesar 750 ribu rupiah dan juga pidana kurungan selama tiga bulan penjara.

Menurut dia, hal tersebut sudah jelas dasar hukumnya sehingga tidak diragukan lagi penerapannya. “Sudah diatur di Pasal 106 Ayat 1 dan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 sehingga tidak diragukan lagi,” kata Herman saat dihubungi Antara.

Dalam Pasal 106 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tersebut, menyebutkan setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Sementara itu, Pasal 283 menyebutkan setiap orang yang melanggar Pasal 106 Ayat 1 bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak 750 ribu rupiah.  Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment