Koran Jakarta | November 23 2017
No Comments
Aksi Korporasi - GMF AeroAsia Tetap Perkuat Portofolio Garuda di Komponen dan Engine

GMF Aeroasia IPO Tahun Ini

GMF Aeroasia IPO Tahun Ini

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Rencananya, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia akan melepas sekitar 15–30 persen saham baru yang akan ditawarkan ke masyarakat.

JAKARTA - Anak usaha usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, sedang melakukan proses pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) (IPO) pada tahun ini. “IPO GMF AeroAsia sedang proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah mulai melakukan registrasi kepada perusahaan efek dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, ini proses menyiapkan registrasi dan menyiapkan prospektus,” ujar Direktur Utama, PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala Nugraha Mansury, di Jakarta, pekan lalu. Pahala Mansury mengharapkan bahwa proses pelaksanaan IPO itu dapat selesai pada September mendatang. Rencananya, anak usaha BUMN itu akan melepas sekitar 15–30 persen saham baru yang akan ditawarkan ke masyarakat.

Ia memaparkan bahwa dana yang diraih dari hasil IPO itu rencananya akan digunakan untuk memperkuat keuangan dan modal untuk investasi GMF AeroAsia pada proyek-proyek baru yang akan dikerjakan. “Ada cukup banyak proyek pengembangan yang akan dilakukan GMF AeroAsia, termasuk juga yang sifatnya anorganik, yang dalam artian melakukan joint venture dan beberapa eksekusi lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa GMF AeroAsia tetap akan memperkuat portofolio bisnisnya di komponen dan engine, selain mempertahankan performansi bisnis airframe, dan juga mempercepat implementasi milestone perusahaan yang dapat berdampak positif. “Pengembangan ke depannya adalah engine workshop, yaitu kita melakukan perbaikan untuk mesin karena di sinilah harapannya kita memiliki nilai tambah lebih besar.

Jadi, kita akan melakukan pengembangan bisnis yang sebelumnya masih sedikit,” katanya. Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia merupakan perusahaan bidang pemeliharaan dan perbaikan pesawat terpadu, termasuk layanan perbaikan mesin dan komponen pesawat. Dalam aksi korporasi itu, GMF AeroAsia menunjuk beberapa perusahaan efek untuk menjadi penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO, di antaranya Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Bahana Sekuritas.

 

Empat IPO

 

Sebelumnya, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro, mengatakan sebanyak empat anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan penawaran saham ke publik tahun ini. Jumlah tersebut susut dari rencana semula sebanyak sembilan perusahaan.

“IPO anak usaha BUMN tergantung dari kesiapan perusahaan tersebut. Keempat perusahaan itu, antara lain PT GMF AeroAsia, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia, dan PT PP Presisi. GMF, Tugu, Presisi-nya PP, PT PP Presisi dulu Peralatan, Jasa Armada, at least 4 itu,” kata dia.

Menurut Aloysius, keempat perusahaan tersebut sudah siap untuk menjalankan IPO tahun ini karena telah melalui beberapa tahapan seperti proses audit dan proses lainnya. Untuk perusahaan lain masih menimbang pula kondisi pasar. Pihaknya juga tak ingin jor-joran melepas perusahaan sejenis masuk pasar.

“Yang lain itu (PT Wika Realty) Realty Properti itu kita masih lihat potensinya size relatif agak kecil sedang kalau masuk market jor-joran sejenis apa tidak lebih baik gabunggabung dulu. Toh, mereka akan masuk holding,” ujar dia.

Keempat perusahaan yang akan IPO tersebut akan menggunakan laporan keuangan Juni 2017. Aloysius mengatakan, saat ini juga tengah disusun jadwal (schedule) untuk penyelenggaraan IPO supaya tidak berbenturan.

 

Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment