Koran Jakarta | July 18 2019
No Comments

Ginting Dituntut Jaga Konsistensi

Ginting Dituntut Jaga Konsistensi

Foto : STR/AFP
A   A   A   Pengaturan Font

Jelang Indonesia Terbuka, Anthony Ginting dituntut untuk menjaga konsistensi permainan dan membenahi kelemahan-kelemahannya.

JAKARTA - mengharapkan kepada Anthony Sinisuka Ginting agar membenahi permainannya yang dinilai belum stabil dan kerap membuat kesalahan sendiri.

Kualitas pebulutangkis jebolan klub SGS PLN Bandung ini memang telah terbukti di sejumlah turnamen top, namun Ginting yang kini berada peringkat delapan dunia belum berhasil meraih gelar juara pada tahun ini.

“Saya sering bilang ke Anthony, standar dan kualitas dia sangat bagus. Jangan lihat dia kalah menangnya, waktu di China Open 2018 banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah (apa) menjadi jelek? Tidak, dia bagus. Tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak,” ujar Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, Hendry Saputra dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, kemarin.

Pada tahun lalu, Ginting merebut dua gelar gelar juara di Daihatsu Indonesia Masters 2018 Super 500 dan China Open 2018 Super 1000, dan sempat meraih medali perunggu Asian Games 2018 di Jakarta.

Dari pengamatan Hendry, kesalahan Ginting justru terjadi pada waktu yang tidak tepat, misalnya saat matchpoint sehingga ia mengingatkan Ginting untuk bermain lebih sabar, ulet, dan main aman.

“Ginting harus bisa memperbaiki kekurangannya tersebut karena ini merupakan persiapan awal untuk meningkatkan performanya,” katanya.

Ia juga telah menyiapkan latihan dan program khusus untuk melatih fokus dan konsentrasi agar Anthony bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri saat bertanding. “Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh. Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan,” ujar Hendry.

Selebihnya, Hendry mengaku optimistis dan senang dengan peningkatan performa baik pada Ginting dan Jonatan Christie. Jonatan dan Ginting juga diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia di ajang Indonesia Terbuka 2019 yang akan dilangsungkan bulan depan di Istora Senayan, 16-21 Juli 2019.

Hasil Maksimal

Sementara itu, pelatih pelatnas PBSI tunggal putri, Rionny Mainaky, mengharapkan hasil maksimal di Indonesia Terbuka 2019. Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan diharapkan memiliki mental kuat untuk keluar dari tekanan.

Mantan pelatih tim nasional Jepang itu mengatakan telah melakukan persiapan termasuk evaluasi menyeluruh kepada Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan. Salah satunya, soal kelemahan tunggal putri yang belum bisa mengambil keputusan sendiri saat bertanding.

“Waktu di Australia Terbuka mereka sudah bagus dari mulai latihan hingga pemanasan sampai masuk lapangan dan start. Tapi saat kejegal ada rasa takut dan itu bukan mental melainkan soal cara ambil keputusan. Seperti apakah harus menyerang, reli, itu yang mereka masih ragu-ragu,” kata Rionny di Pelatnas PBSI, Cipayung.

“Jadi rasa takut itu yang membuat mereka mau cepat menghabisi. Padahal sedang memimpin, mau cepat selesai,” ulas dia.

Rionny optimistis kelemahan tersebut bakal cepat teratasi dan dia akan menciptakan atmosfer tersebut di tiap latihan.

Rionny berharap dengan waktu persiapan panjang ini atletnya mampu memberi kejutan di turnamen BWF World Tour Super 1000, Indonesia Terbuka nanti. “Indonesia Terbuka memang menjadi ujian buat mereka dan saya, karena bicara semifinal tapi di Australia justru kami sudah kandas di babak pertama. Makanya, saya inginnya mereka buat kejutan. Umumnya kalah menang tapi jangan memalukan lah,” kata dia.

Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment