Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments

Generasi Y Harus Meningkatkan Potensi Diri

Generasi Y Harus Meningkatkan Potensi Diri

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Kebijakan Bhagavad Gita Bagi Generasi Y

Penulis : Anand Krishna

Penerbit : Gramedia

Terbit : Juli 2017

Tebal : 192 Halaman

ISBN : 978-602-035-693-8

Kualitas dunia kerja terus meningkat karena angkatan kerja didominasi generasi Y. Berbeda dengan generasi X yang berorientasi pada hasil, dan generasi Z berorientasi pada kebutuhannya sendiri. Generasi Y berumur 20–35 berpikir terbuka. Mereka mengoptimalkan potensi diri, inovatif, suka tantangan dan kreatif. Mereka menduduki posisi penting. Sayang, generasi Y luput memperhatikan kebahagiaan.

Buku ini mengajak generasi Y untuk peka terhadap lingkungan dan memupuk empati untuk melayani sesama. Karakter Y yang berfokus pada jabatan dan penghasilan akan berubah menjadi penuh kelembutan jika memahami makna melayani.

Bukan tanpa tujuan, buku ini menyadarkan sejak dini dari hasil gambaran kejadian nyata. Kebanyakan orang berfokus pada kebutuhan sendiri, tak peduli kesenjangan. Mereka tidak menyadari, tetangganya kelaparan. Mereka lebih mengutamakan kepuasaan pribadi, tanpa melihat kesulitan sekitar. Sekarang masih di zona aman, dan baik, tapi sampai kapan? Ketidakpedulian kita dapat menyerang balik sewaktu-waktu (hlm 9).

Jika orang semakin peka terhadap kesenjangan, akan semakin berkurang kerugiaan mendatang. Sebab andai seseorang peduli lingkungan dan sekitar. Meningkatkan kepedulian haruslah dimulai dari diri sendiri.

Selain masalah tersebut, sebagian orang seringkali tidak percaya diri sendiri. Mereka lebih berfokus pada kelemahan. Padahal potensi diri bisa berkembang jika terus diasah. Manusia bisa berkembang jika percaya dan menghormati diri sendiri untuk berubah ke arah lebih baik.

Hal ini mengingatkan pembaca untuk mencintai diri lebih dulu, menerima kekurangan, kelemahan, dan keunikan pribadi. Kita akan menjadi berbeda, istimewa, tanpa perlu mengikuti cara hidup orang lain.

Buku Kebijakan Bhagavad Gita Bagi Generasi Y menyajikan pembahasan untuk menikmati kepuasaan dalam hidup. Sebab itu, seseorang yang sadar tidak pernah mencari kebahagiaan di luar diri. Dia mensyukuri dan menikmati segala berkah yang diperolehnya, segala hal yang memberikan kenyamanan hidupnya. Namun, dia tetap melihat diri sendiri untuk menemukan sumber kebahagiaan (hlm 129).

Terdapat juga kiat memperdayakan diri agar tak tergantung pada orang lain dan trik tenang dalam segala keadaan. Caranya, orang harus jujur pada diri sendiri, memahami peran dalam panggung sandirawa kehidupan ini dan memainkan sebaik-baiknya (hlm 156). Menjalani kehidupan dengan kebijakan Bhagavad Gita bukan hal mudah, namun juga tidak sulit jika dilandaskan pada logika. Bhagavad Gita mengajak pembaca mencari kesempurnaan, mengubah diri lebih baik dan mengatur emosi karena perbuatan akan dituai nanti.

Perlu dipahami, generasi Y adalah penerus berpotensial. Keberadaannya yang mendominasi terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perindustrian. Karena itu, perlupendidikan akhlak guan meminimalkan penyimpangan yang melanggar norma masyarakat serta meningkatkan potensi agar semakin maju.

Banyak tips penting untuk generasi Y yang dijelaskan tanpa menggurui. Berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan, bukan membagi berkah setelah sebagian dinikmati lebih dulu. Lebih baik menikmati sisa setelah berbagi rezeki kepada orang lain. Ada juga tip harus berpihak pada kebenaran, meski sulit serta meningkatkan integritas diri.

Buku ini menyadarkan generasi Y untuk mengenal diri, menghargai orang lain, meningkatkan potensi, dan menghargai perbedaan lingkungan. Buku ini juga membantu pembaca mengenali diri sendiri, memahami kekurangan dan menerima kelebihan tanpa kesombongan. 

Diresensi Nata Carol, asisten pembina pramuka SD Utan Kayu 01 Jakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment