Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
Bencana Alam

Gempa Susulan Masih Akan Terjadi di Lombok

Gempa Susulan Masih Akan Terjadi di Lombok

Foto : ANTARA/Ahmad Subaidi
Tembok Roboh - Warga berdiri di depan reruntuhan tembok yang roboh akibat gempa susulan 6,2 SR di Cakranegara, Mataram, NTB, Kamis (9/8).
A   A   A   Pengaturan Font

MATARAM – Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) menyatakan gempa susulan masih akan terjadi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu, masyarakat agar tetap waspada dan menghindari bangunan rusak, tebing, dan dataran tinggi yang berpotensi longsor.


“Kita mengharapkan masyarakat tenang, namun tetap waspada. Karena masih ada gempa susulan seperti yang terjadi pada Kamis siang, pukul 13.25 WITA, yang berkekuatan 6,2 SR (skala Richter),” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Tanjung, Lombok Utara, Kamis (9/8).


Menurut analisis BMKG, gempa susulan masih terdeteksi di Pulau Lombok. Meskipun sifatnya fluktuatif, namun potensi tsunami sudah tidak muncul lagi. “Sekarang itu isunya sudah geser, tidak ada tsunami. Tsunami itu bisa terjadi saat baru gempa,” ucapnya.


Akibat gempa susulan 6,2 SR, suasana jalan di Kota Mataram lengang. Dari pantauan, suasana lengang terasa dari Bandara Internasional Praya sampai ke Ibu Kota Provinsi Mataram, di antaranya Jalan Swita dan Jalan Cakranegara, serta kawasan kuliner di Jalan Maktal.


Toko-toko makanan di sepanjang Jalan Maktal tutup mirip kota mati. Hanya sesekali kendaraan yang melintas ruas jalan tersebut. Para pemilik toko dan karyawan rata-rata masih trauma akan terjadinya gempa lebih besar lagi.


Bahkan, hotel-hotel menutup usahanya. Sementara itu, banyak warga yang mendirikan tenda-tenda darurat di depan rumah karena takut akan terjadi gempa pada malam harinya.


Korban Bertambah


Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban tewas sementara 259 jiwa dan ribuan orang luka berat. Jumlah ini diperkirakan masih bertambah setelah NTB kembali diguncang gempa 6,2 SR pada Kamis.


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memaparkan data korban gempa Lombok disampaikan setelah menggelar rapat untuk membahas kesamaan data korban dan mekanisme pelaporan di Posko Utama Kecamatan Tanjung Lombok Utama antara BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian/lembaga dan pemda.

Hasil rapat menyepakati data resmi dari posko utama yang selanjutnya disampaikan BNPB kepada masyarakat dan media sebagai data resmi.


Sutopo memaparkan, rincian korban meninggal berasal dari Kabupaten Lombok Utara sebanyak 212 orang, Lombok Barat 26 orang, Lombok Timur 11, Kota Mataram enam, Lombok Tengah dua orang, dan Kota Denpasar dua orang.


Terkait gempa susulan, Sutopo mengatakan menyebabkan masyarakat makin trauma. “Gempa dirasakan keras menyebabkan beberapa bangunan rusak. Tercatat 24 orang luka-luka tertimpa bangunan roboh akibat gempa 6,2 SR.

Gempa susulan dari gempa utama 7 SR hingga saat ini sebanyak 362 kali gempa, di mana 18 kali gempa dirasakan,” ujar Sutopo. Ant/eko/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment