Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Potensi Ekspor

Geliat Penetrasi Produk Agro Indonesia di Mesir

Geliat Penetrasi Produk Agro Indonesia di Mesir

Foto : kbri kairo
buka agriexpo l Dubes RI untuk Mesir, Hilmi Fawzi menggunting pita sebagai tanda pembukaan AgriExpo Indonesia, di Kairo, awal pekan ini.
A   A   A   Pengaturan Font

Kairo- Mesir merupakan pasar potensial untuk produk Trade, Tourism and Investment Indonesia. Sebagai pasar do­mestik yang besar dengan jum­lah penduduk sekitar 100 juta jiwa atau ketiga terbesar di Afri­ka setelah Nigeria dan Ethiopia, Mesir merupakan pintu ma­suk bagi penyebaran produk-produk Indonesia di pasar Af­rika, Eropa dan Timur Tengah melalui jalur Terusan Suez.

Dalam laporan yang diter­bitkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diunduh dari data Kemendag RI, total perdagang­an Indonesia-Mesir pada Janu­ari–Juni 2019, tercatat lebih dari 596 juta dolar AS atau naik 1,04% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 590 juta, dan perolehan ekspor Indonesia ke Mesir senilai lebih dari 514 juta dolar AS.

Guna meningkatkan pelu­ang kerja sama TTI Indonesia-Mesir, awal pekan ini, KBRI Kai­ro menyelenggarakan kegiat­an AgriExpo Indonesia di Kairo. Kegiatan dimaksud dihadiri oleh sejumlah pelaku usaha Indonesia di sektor sawit, ko­pi, buah-buahan tropis, kakao, batok arang kelapa, kelor, dan rempah-rempah yang kese­muanya mewakili sembilan perusahaan di Indonesia.

Kegiatan AgriExpo Indo­nesia ini bertujuan untuk me­ningkatkan hubungan kerja sa­ma bilateral Indonesia-Mesir utamanya di bidang TTI; mem­promosikan produk-produk unggulan agro Indonesia di pa­sar Mesir; memberikan gam­baran terkait potensi dan pelu­ang produk agro dari Indone­sia; dan sebagai langkah awal menjaring buyer potensial da­lam rangka Trade Expo Indo­nesia (TEI) 2019.

“Kami memimpin sejumlah pelaku usaha agro dalam de­legasi Indonesia ke Mesir. Me­reka mewakili sembilan per­usahaan dan satu dewan sawit yang kesemuanya dapat hadir berkat koordinasi yang baik an­tara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, de­ngan KBRI Kairo, untuk me­lakukan penjajakan bisnis dan penetrasi pasar ke Mesir”, ujar Rossy Verona, Sekretaris Ditjen Aspasaf, Kemlu.

Sehari sebelumnya, juga te­lah dilakukan pertemuan an­tara Delegasi Indonesia dimak­sud dengan sejumlah diaspo­ra Indonesia yang terdiri dari unsur KBRI Kairo, Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, utusan kekelu­argaan/paguyuban, Persatuan Pelajar & Mahasiswi Indonesia (WIHDAH), Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muhammadi­yah, Pimpinan Cabang Istime­wa Nahdlatul Ulama (PCINU) dan para pemilik warung/resto Indonesia di Mesir, bertempat di Balai Budaya, KBRI Kairo.

Pada pertemuan tersebut, paparan terkait peluang dan tantangan memasuki pasar Mesir disampaikan oleh nara­sumber Gunawan Hariyanto, Regional Director Indomie Me­sir. Beliau menyampaikan bah­wa Mesir merupakan nega­ra yang cantik untuk berbisnis, kondisi ekonominya baik, dan potensi sumber dayanya cukup menjanjikan.  sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment