Gedung Sate Ditutup | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Pandemi Global I Vaksin AstraZeneca Siap Diproduksi Akhir 2020

Gedung Sate Ditutup

Gedung Sate Ditutup

Foto : ANTARA/NOVRIAN ARBI
JAGA GEDUNG SATE I Petugas keamanan berjaga di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7). Kantor Gubernur Jawa Barat terpaksa ditutup setelah 40 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font
Data 40 pegawai yang terpapar Covid-19 itu didapat setelah melakukan tes usap kepada 1.260 orang dalam tiga hari.

 

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil me­mutuskan menutup Gedung Sate selama 14 hari setelah ditemukan 40 pegawai yang bertugas di Kantor Gubernur Jawa Barat itu terpapar virus korona (Covid-19). Selain pe­nutupan Gedung Sate selama dua pekan atau 14 hari, Pem­prov Jabar juga melakukan pe­nelusuran kontak.

“Sesuai prosedur Gedung Sate akan ditutup selama 14 hari karena ditemukan keter­paparan Covid-19 kepada staf di beberapa dinas. Tracing close contact sedang dilaku­kan,” kata Ridwan Kamil, di Bandung, Jumat (31/7).

Di tempat yang sama, Se­kretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaat­maja, menambahkan data 40 pegawai yang terpapar Co­vid-19 itu didapat setelah me­lakukan tes usap kepada 1.260 orang dalam tiga hari. Dari 40 pegawai ini, hanya 17 orang yang berstatus ASN, dan 23 lainnya adalah pekerja pen­dukung, mulai dari petugas keamanan, petugas kebersi­han serta pekerja sektor lain.

“Memang untuk yang ASN (yang terpapar Covid-19) ini tersebar di beberapa biro. Kami menduga ini terjadi di tengah transisi adaptasi kebiasaan baru atau AKB, dimana banyak pihak yang keluar masuk ke Gedung Sate,” ujar Setiawan.

Ke-40 pegawai Gedung Sate yang terpapar Covid-19 ini merupakan warga yang tinggal di Kota Bandung, Ka­bupaten Bandung dan Kota Cimahi.

DKI Tertinggi

Sementara itu, berdasarkan data hingga Jumat (31/7) pu­kul 12.00 WIB, terjadi penam­bahan 2.040 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penam­bahan itu menyebabkan total ada 108.376 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak di­umumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Tercatat lima provinsi de­ngan penambahan kasus baru tertinggi, yakni DKI Jakarta (430 kasus baru), Jawa Timur (317 kasus baru), Jawa Tengah (235 kasus baru), Kalimantan Selatan (128 kasus baru) dan Sumatera Utara (104 kasus baru).

Di tempat terpisah, per­usahaan farmasi AstraZeneca memberikan update terkait uji vaksin virus korona tahap ak­hir mereka. Sejauh ini, uji kli­nis konsisten memberikan ha­sil yang positif. Dari data-data yang sudah didapat, Astra­Zeneca optimistis vaksin bisa mulai diproduksi akhir 2020.

“Progresnya berjalan ba­gus. Kami sudah mengumpul­kan banyak data. Kami harus memastikan hasil tes berjalan sesuai harapan,” ujar CEO As­traZeneca, Pascal Soirot.

Pengembangan vaksin vi­rus korona AstraZeneca me­libatkan peneliti dari Univer­sitas Oxford. Sejauh ini, dari sekian banyak perusahaan yang mengembangkan vaksin virus korona, mereka adalah salah satu yang terdepan. Se­lain mereka, ada Sinovac dan Moderna. n jon/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment