Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Aksi Korporasi - Gaya Abadi Sempurna Janjikan 2 Tahun ke Depan Bisa Ekspor

Gaya Abadi Sempurna Incar Dana IPO Rp62,5 Miliar

Gaya Abadi Sempurna Incar Dana IPO Rp62,5 Miliar

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Dana hasil IPO akan digunakan Gaya Abadi Sempurna sebagai modal kerja dan pinjaman ke anak usaha.

JAKARTA – Perusahaan perdagangan PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dengan melepas sebanyakbanyaknya 500 juta saham atau 25 persen dari jumlah modal disetor setelah penawaran umum (enlarged capital). Harga IPO dibandrol sebesar 100-125 rupiah sehingga diharapkan mendulang dana segar 50-62,5 miliar rupiah.

Bertindak sebagai penjamin emisi efek PT Investindo Nusantara Sekuritas. Direktur Investindo Nusantara Sekuritas, Anshy M Sutisna, mengatakan valuasi harga IPO mencerminkan price earning ratio (PER) sebanyak 7,5-9,3 kali.

Valuasi ini terbilang menarik bagi investor, sebab, jika dibandingkan ke PER industri saja komponen elektronik sebesar 40 kali dan secara sektoral ada di angka 16 kali. “Jadi ini sudah under value sekali,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (10/9).

Lebih lanjut, kata Anshy, dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja dan pinjaman ke anak usaha yang akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang usaha jangka pendek, serta kebutuhan operasional. Rinciannya, sebesar 35 persen akan digunakan oleh Perseroan untuk pembelian bahan baku sparepart 10 persen dan komponen elektronik 25 persen.

Sementara 65 persen akan digunakan oleh anak usaha untuk pembelian bahan baku 45 persen, pembayaran utang usaha jangka pendek 10 persen, dan modal kerja 10 persen. Sekretaris Perusahaan Gaya Abadi Sempurna, Wilson Teoh, menambahkan Perseroan yang berlokasi di Balaraja, Banten, bergerak di bidang perdagangan.

Sementara untuk pabrikan dimiliki oleh anak usaha yang berlokasi di Cikupa, Tangerang. Hingga saat ini penjualan Perseroan masih ditujukan ke pasar domestik dan belum melakukan ekspor. Namun, dalam 1-2 tahun ke depan melihat potensi ekspor sangat terbuka luas dan besar maka bisa menjadi peluang bagi Perseroan. “Jadi kami juga melihat seharusnya untuk ekspor ada permintaan yang cukup besar,” imbuh dia.

Bahan baku yang digunakan Perseroan paling besar dari impor ketimbang dari dalam negeri. Hal ini lantara supply chain di Indonesia belum terbentuk sehingga belum ada produsen terkait untuk supply chain dari kendaraan listrik itu. “Bahan baku 60 persen impor dan 40 persen lokal,” ujar dia.

Penjualan Perseroan saat ini hampir mencapai 300 miliar rupiah dan laba bersih sekitar 20 miliar rupiah. Perseroan memproyeksikan penjualan di tahun 2023 bisa menjadi 700 miliar rupiah dan laba bersih sekitar 67 miliar rupiah. Peningkatan itu ditopang oleh kebijakan Pemerintah yang mendukung kendaraan listrik berkembang di Indonesia.

 

Kendaraan Listrik

 

Sementara itu, Direktur Utama Gaya Abadi Sempurna, Edi Hanafiah Kwanto, menuturkan potensi bisnis perdagangan komponen elektronik masih terbuka lebar. “Demikian juga dengan bisnis anak perusahaan yang menyediakan dan menjual kendaraan ramah lingkungan dengan sumber energi listrik,” ucapnya.

Komisaris Independen Gaya Abadi Sempurna, Hadi Avilla Tamzul, menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia sekarang ini sudah mulai berkomitmen, bahkan Presiden Joko Widodo sudah mencanangkan bahwa kendaraan listrik ke depan akan semakin diperhatikan.

Kemudian, Pemerintah melalui departemen perindustrian dan lainnya sudah bergerak cepat untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan yang menghasilkan kendaraan listrik untuk mendapatkan STNK, padahal sebelumnya tidak bisa. Serta, adanya arahan agar kantor instansi pemerintah dan BUMN untuk menggunakan kendaraan listrik. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment