Koran Jakarta | October 22 2018
No Comments
Atasi Kemacetan l Kebijakan Ganjil Genap Efektif Kurangi Angka Kecelakaan

Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 13 Oktober

Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 13 Oktober

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Selama penerapan kebijakan ganjil-genap tidak berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.

JAKARTA - Kebijakan perluasan ganjil genap diperpanjang hingga 13 Oktober mendatang. Kebijakan yang diperluas hingga delapan koridor ini dinilai efektif untuk mengurai kemacetan dan menekan polusi udara.

“Pemprov DKI akan meneruskan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap sampai dengan selesainya Asian Paralympics Games, tanggal 13 Oktober,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jum’at (31/8).

Menurutnya, kebijakan ganjil genap ini akan mempermudah pengelolaan lalu lintas di Jakarta. Terlebih, masyarakat sudah terbiasa dengan kebijakan ini yang diterapkan selama Asian Games. Dia menilai, jika kebijakan ini dihentikan usai Asian Games dan dimulai kembali saat Asian Games, kebiasaan masyarakat dalam berlalu lintas akan berubah.

“Sekaligus periode ini kita akan jadikan sebagai periode pengambilan data yang lebih lengkap, yang lebih menyeluruh atas dampak kebijakan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap. Jadi kita akan cari data yang lebih lengkap sampai dengan Oktober,” katanya.

Pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap pelaksanaan Asian Games beberapa waktu lalu, ungkapnya, berdampak signifikan dalam peningkatan kecepatan kendaraan di jalanan. Dalam jangka pendek, ada peningkatkan kecepatan hingga 37 persen.

“Lalu ada peningkatan penumpang Transjakarta sampai dengan 40 persen. Ini semua (dampaknya) adalah dalam jangka pendek, karena kebijakannya adalah memang kebijakan jangka pendek,” ucapnya.

Sejumlah Pengecualian

Hanya saja, akunya, kebijakan ganjil genap yang diperpanjang ini terdapat beberapa pengecualian. Baik di sisi rute maupun hari pemberlakuan. Sabtu-Minggu, kebijakan ganjil genap dianggap tidak berlaku lagi.

“Ada beberapa rute ganjil genap yang tidak diteruskan. Yaitu Jalan Metro Pondok Indah, karena di sana tidak akan ada lagi Asian Paralympics. Lalu Jalan Benyamin Sueb tidak diteruskan selama bulan September sampai dengan menjelang Asian Paralympics. Namun, saat Asian Paralympics, Jalan Benjamin Suaeb ini akan diterapkan kebijakan ganjil genap lagi karena ada wisma Atlet,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyesuaian jalur-jalur keluar tol ataupun masuk tol. Dari persimpangan sampai dengan pintu masuk tol, dan dari pintu keluar tol sampai dengan persimpangan pertama, tidak akan diterapkan ganjil genap.

“Supaya para pengguna tol bisa keluar dan masuk dengan leluasa. Karena kalau tidak, kasihan sekali. Pintu masuknya dari persimpangan mungkin hanya 100-200 meter tapi mereka tidak bisa masuk tol karena di sana sudah ada kebijakan ganjil genap. Jadi ganjil genapnya dilakukan di luar pintu masuk-keluar tol dari persimpangan terdekat,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah mengungkapkan ganjil genap ini tidak berlaku saat Sabtu - Minggu dan Hari Libur Nasional. Dia mengaku akan terus menyosialisasikan hal ini agar warga terbiasa dengan aturan itu.

“Kita sudah siapkan selembaran seperti biasa, tinggal ada perubahan sedikit saja. Insyaallah besok sudah kita lakukan sosialisasi. Yg paling penting, pola perjalanan masyarakat ini kan sudah terbentuk,” ucapnya.

Dari hasil survei yang dilakukannya, kata Andri, kebijakan ganjil genap dianggap sangat efektif. Baik dari kinerja lalu lintas, faktor kecelakaan, shifting angkutan umum masal, dan juga kualitas udara. Dia memastikan, kebijakan ini tidak berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat. 

 

Pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment