Koran Jakarta | October 14 2019
No Comments

Ganda Campuran Diharapkan Buat Kejutan di Indonesia Terbuka

Ganda Campuran Diharapkan Buat Kejutan di Indonesia Terbuka

Foto : AFP/ WANG ZHAO
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Ganda campuran In­donesia ditargetkan mampu men­embus babak final pada gelaran Indonesia Terbuka 2019. Selain itu, diharapkan mampu membuat ke­jutan di ajang yang akan digelar di Istora Senayan tersebut.

Selepas ditinggal dua pemain andalan, Liliyana Natsir dan Debby Susanto, ganda campuran Indone­sia sejauh ini masih belum menun­jukkan prestasi yang istimewa. Dua pasangan yang digadang-gadang menggantikan era Tontowi Ah­mad/Liliyana masih belum mampu memenuhi harapan untuk me­raih prestasi.

Penampilan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sempat menjanjikan di Australia Terbuka pada 4-9 Juni lalu. Namun, lajunya merengkuh gelar juara dihentikan pasangan China. Sementara hasil pasangan lainnya, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja sudah kandas sejak perempat final.

Setelah tampil di Australia, me­reka sudah ditunggu lagi turna­men yang lebih besar, Indonesia Terbuka di Istora, 16-21 Juli men­datang. Waktu persiapan yang panjang diharapkan para pemain ganda campuran bisa menampil­kan yang terbaik.

“Kalau saya tetap harus ada yang di final. Mumpung atlet saya lagi cari identitas, saya dan Nova Widianto (asisten pelatih) sudah menemukan formula baru, jadi perlu dibakar,” kata Pelatih Richard Mainaky di Pelatnas PBSI, Cipa­yung, Jakarta Timur, Rabu (19//6).

Richard berharap pemain-pe­main Indonesia mampu tampil maksimal di Indonesia Terbuka nanti. “Jangan juara dulu tapi tampil ke final dulu. Tidak menu­tup kemungkinan Tontowi/Winny Oktavina Kandow. Owi (Tontowi Ahmad) itu masih mau mengejar, masih punya ambisi besar dengan pasangan baru, lebih konsisten malahan latihannya. Dia sebagai senior mau juara apa saja coba, tapi dengan pasangan baru ambisi masih besar. Dia bisa bagus di In­donesia Terbuka,” ujarnya.

“Ada Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari ya berharap ada kejutan. Saya nggak tahu keju­tan apa tapi mungkin bisa mengalahkan pemain-pemain atas,” tuturnya.

Bukan tanpa alasan kakak dari Rexy Mainaky ini mengatakan de­mikian. Dia menilai Praveen/Melati mempunyai perkembangan yang pesat. “Saya lihat mereka lebih nyodok. Saya panggil Hafiz/Gloria sudah nggak bisa, harus lebih gila latihan. Kebalik sama Praveen/Melati yang lebih meroket. Sedang­kan mereka cenderung stagnan.Padahal, untuk kelas mereka harus semifinal atau final, sudah jadi ung­gulan kok. Masih cari identitas itu apa? Ya juara. Kalau sering begitu tinggal nyodok kapan juara. Harus dapat itu dulu. Nah, ini kami belum dapat identitas,” kata Richard.

“Belum tahu (kapan juara). Tapi dengan formula yang selalu kami rencanakan, perubahan banyak nggak, tapi dengan penambahan program latihan saya mudah-mu­dahan,” harapnya. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment