Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments

Furnitur Karya Kolaborasi Manusia dan Robot

Furnitur Karya Kolaborasi Manusia dan Robot

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Robot menjadi bukti atas perkembangan teknologi. Untuk alasan tertentu, manusia memilih robot sebagai “rekan kerja”. Tak terkecuali dalam pembuatan berbagai benda desain, robot dipercaya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil presisi. Layth Mahdi, desainer kelahiran Irak merupakan salah satunya. Ia membuat serangkaian vas marmer dan meja dengan permukaan berkontur digiling dengan menggunakan robot.

Mahdi yang meluncurkan produk di Dubai Desain Week pada bulan lalu merancang produk melalui pemograman alogaritma. Produk yang diberi label Eponymous Layth Mahdi menjadi produk yang dirancang dengan kombinasi antara kerja manusia dan robot.

“Idenya adalah mengambil sesuatu yang dapat dirujuk dan dirasakan orang dengan mudah. Dan, teknologi mengubahnya menjadi sesuatu yang luar biasa dan berbeda,” ujar dia seperti dilansir dari laman dezeen. Koleksi pertama yang disebut Ripple adalah rangkaian vas dan meja potong dari Vermont dan kelereng.

Potongan-potongan fitur berbentuk cair dengan permukaan bergolombang merupakan hasil kerja robot. Bentuk cairan merupakan hasil tumpang tindih dari kombinasi permodelan digital dan perangkat lunak selama tahap pendesainan.

“Ripple dirancang menggunakan permodelan parametik canggih,” ujar desainer yang juga merupakan arsitek ini. Robot membuat potongan menjadi tujuh sumbu. Ide penggunaan robot tidak lain untuk mematahkan pendapat orang tentang bahan yang dianggap padat dan kaku seperti batu dapat dibuat lebih cair, organik dan ringan. Sehingga, produk dapat dibuat dalam berbagai bentuk.

Koleksi yang terdiri dari tuju vas dan satu buah meja kopi dibuang dalam rentang waktu yang berbeda. Untuk vas, setiap produknya membutuhkan waktu pengerjaan selama tujuh hingga delapan jam, untuk waktu pemotongan. Sedangkan, meja kopi membutuhkan waktu 24 jam.

“Bagi saya, robot bertindak sebagai pengukir digital, sifatnya sangat fleksibel namun tepat,” ujar dia. Mahdi percaya bahwa masa depan benda desain merupakan kolaborasi antara robot dan ketrampilan manusia. Berbagai bentu benda desain dapat diciptakan dengan kolaborasi keduanya. “Manusia dapat melakukan hal-hal tertentu dengan sempurna, sementara robot dirancang untuk melakukan tugastugas lain dengan lebih baik, lebih cepat dan akurat,” ujar dia.

Masing-masing memiliki keterampilan dan keterbatasannya. Jika dikolaborasikan, keduanya akan membuka peluang kreatif dan mengesampingkan banyak keterbatasan. din/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment