Fungsi dan Estetika Interior Kaca | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Fungsi dan Estetika Interior Kaca

Fungsi dan Estetika Interior Kaca

Foto : ANTARA/Muhammad Iqbal
A   A   A   Pengaturan Font

Tren kaca ke depannya akan dipengaruhi produksi kaca yang memiliki nilai tambah, seperti isolasi tinggi, keamanan, dan efisiensi energi.

Sebagai bagian arsitektur dan interior, lembaran kaca makin memiliki fungsi yang dinamis. Lembaran kaca tidak lagi sebatas pembatas transparan.

Fungsi kaca makin bertransformasi sesuai kebutuhan jaman, seperti efisiensi energi maupun keamanan. Peningkatan fungsi kaca tersebut tidak lain untuk menjawab kebutuhan jaman.

Bangunan dituntut lebih ramah lingkungan dan aman terhadap berbagai gangguan di sekitarnya. Lembaran kaca yang biasa menjadi pembatas antara bagian dalam dan luar ruang menjadi bagian pertama untuk menangkal gangguan yang dapat mengurangi kenyaman di dalam ruangan.

Bangunan tinggi atau high rise building yang tengah mengejar peringkat green building akan dihadapkan pada dilema. Fasad utama yang kebanyakan terbuat dari kaca tidak dapat menghindari sinar matahari yang masuk ke dalam ruang.

Selain memberikan cahaya, sinar matahari akan membuat ruangan menjadi lebih panas. Jika sudah demikian, penggunaan Air Conditioner (AC) akan menjadi solusi untuk mengurangi suhu tinggi pada sebuah ruang.

Padahal, AC memakan energi tinggi, satu unsur yang perlu dikurangi untuk mendapatkan peringkat green building. “Maka akan dibutuhkan teknologi, supaya kaca dapat memberikan cahaya tetapi dapat mengurangi panas di dalam bangunan,” ujar Tito Aribowo, perwakilan dari Green Building Council Indonesia (GBCI) dalam jumpa pers di ajang Glaasstech Asia 2019 dan Fenestration Asia 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE).

Dalam ajang pameran produk dan teknologi terkini industri kaca tersebut, GBCI akan memperkenalkan greenship (rating bangunan hijau khas Indonesia) Netzero. Peringkat penilaian GBCI yang baru itu akan menekankan bangunan di Indonesia sama sekali tidak menghasilkan polusi atau karbon.

Sementara, Miguel Roberto,Business Development MAGI, label kaca mengatakan kaca anti peluru menjadi kaca yang akan digunakan di masa depan. Lembaran kaca anti peluru biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan mewah. Miguel menambahkan bangunan di Dubai, umumnya sudah menggunakan lembaran kaca anti peluru.

“(kami) ada proyek ibukota pindah ke Kalimantan, kita ikut tender proyeknya. Jadi istana presiden kacanya ini (anti peluru), untuk kamar presiden juga,” ujar dia tentang proyek yang masih dalam pengajuan. Kaca dengan ketebalan kurang lebih 4 sentimeter tersebut dapat berfungsi efektif jika menggunakan penunjang yang sesuai.

Dalam sambutan di awal pameran, Gan Geok Chua, Ketua Asosiasi Kaca Singapura mengatakan industri arsitektur akan terus menjadi industri utama untuk permintaan kaca lembaran. “Kaca datar tidak hanya menyediakan peluang desain estetika tetapi memenuhi fungsi-fungsi lain juga, dari kedap suara hingga isolasi dan pencahayaan alami,” ujar dia.

Pada skala internasional, ia memperkirakan akan melampau 100 miliar US Dollar pada 2024 dari sector konstruksi baja. Pasar kaca lainnya berasa dari energi matahari, otomotif dan displai elektronik. Tren kaca ke depannya akan dipengaruhi produksi kaca yang memiliki tambah, seperti isolasi tinggi, keamanan dan efisiensi energi.

Dody Widodo, Staf Ahli menteri Bidang Pendalaman dan Penguatan dan Penyebaran Industri mengatakan industri kaca dalam negeri bisa menghasilkan 1,3 juta ton pertahun. Jumlah tersebut masih dapat ditingkatkan seiring dengan meningkatkan pembangunan bangunan tinggi dan perumahan rakyat.

Kualitas lembaran menjadi tuntutan lembaran kaca di masa depan. “Tuntutannya kualitas, konsep kaca yang berfungsi lebih tinggi, tahan panas, tahan api,” ujar dia. Di sisi lain, pembangunan infrstruktur dan transportasi menjadi peluang pasar lembaran kaca di dalam negeri. din/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment