Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Pilpres Timor Leste

Francisco “Lu-Olo” Guterres Unggul Sementara

Francisco “Lu-Olo” Guterres Unggul Sementara

Foto : REUTERS/Lirio da Fonseca
Bakal calon Presiden Timor Leste, Francisco “Lu-Olo” Guterres dari Partai Fretilin, menunjukkan telunjuknya yang telah dicelup tinta usai memberikan hak suara di sebuah TPS di Ibu Kota Dili, Senin (20/3).
A   A   A   Pengaturan Font

DILI – Masyarakat Timor Leste berbondong-bondong pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) memberikan hak suara mereka dalam pemilu presiden 2017 pada Senin (20/3). Pemimpin Timor Leste yang baru dihadapkan pada tantangan mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang sangat parah di negara itu.

Hingga Senin malam dari hasil penghitungan sementara, calon presiden dukungan Fretilin dan CNRT yaitu Francisco Guterres alias Lu-Olo unggul sementara dalam perolehan suara dukungan. Komisi pemilu Timor Leste membutuhkan waktu 48 jam untuk menghitung suara dan menentukan pemenang dari pilpres tahun ini.

Pantauan sejak pemilu ini dimulai, situasi keamanan di Timor Leste dalam keadaan kondusif dan pelaksanaan pemilu berjalan lancar. Antusiasme masyarakat untuk memberikan suara mereka sangat tinggi dan hal itu terlihat dari antrean para pemilih yang mengular di TPS-TPS. Menurut laman berita Diario de Noticias, tingkat partisipasi tahun ini mungkin melebihi warga yang terdaftar pada pemilu 2012 yaitu lebih dari 78% dari pemilih.

“Saya ingin mengubah keadaan masyarakat dari berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan dan sebuah kehidupan ekonomi yang berkesinambungan,” kata Guterres usai memberikan hak suaranya di Dili.

Skenario Pemilu

Selain Guterres, kandidat kuat lainnya adalah Antonio da Conceicao, politisi dari Partai Demokrat. Antonio da Conceicao sebelumnya merupakan Menteri Pendidikan, yang juga mendapat dukungan dari Partai Kebebasan Rakyat (PLP), sebuah partai baru yang dibentuk oleh Presiden Timor Leste saat ini, Jose Maria de Vasconcelos alias Taur Matan Ruak. 

“Saya memilih da Conceicao karena dia punya rencana yang bagus dan saya percaya bisa membawa negara ini ke sebuah masa depan yang lebih baik,” kata Rita Sera do Carmo, masyarakat Timor Leste, usai menyerahkan hak suaranya.

Jose Maria de Vasconcelos tidak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden. Sebaliknya, dia diprediksi akan mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Timor Leste pada pemilu parlemen Juli mendatang. 

Berdasarkan skenario pemilu presiden 2017, jika dari total 8 kandidat calon presiden tidak ada satu pun yang memenangkan 50 persen suara, maka akan dilakukan pemilu putaran kedua pada bulan depan dengan mengusung dua calon dengan raihan suara terbanyak pada pemilu putaran pertama. uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment