Formula Baru “Lem Super” | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
SAINSTEK

Formula Baru “Lem Super”

Formula Baru “Lem Super”

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Teknologi cross-linking yang dikembangkan ini sangat mengikat dengan kuat, suatu keunggulan yang tidak bisa dilakukan lem komersial sebelumnya.

Dengan banyaknya produk yang digunakan setiap hari dan disatukan menggunakan perekat, para peneliti dari Universitas British Columbia kampus Okanagan dan Universitas Victoria berharap untuk membuat segala sesuatunya mulai dari pakaian pelindung hingga implan medis serta pipa perumahan yang merekat lebih kuat dan lebih tahan korosi. Semua berkat hiper yang baru mereka kembangkan, yakni sebuah formula baru untuk lem dengan kemampuan merekatkan dengan sangat kuat.

Tim kimiawan dan peneliti material komposit menemukan metode yang bisa diterapkan secara luas untuk mengikat plastik dan serat sintetis pada tingkat molekuler dalam sebuah prosedur yang disebut cross-linking. Sambungan silang berlaku ketika perekat terkena panas atau sinar UV gelombang panjang yang membuat koneksi kuat yang tahan benturan dan tahan korosi. Bahkan dengan jumlah minimal cross-linking, yakni bahan-bahannya terikat erat.

“Ternyata perekat sangat efektif dalam polietilen densitas tinggi, yang merupakan plastik penting yang digunakan dalam botol, perpipaan, geomembran, kayu plastik dan banyak aplikasi lainnya,” kata Profesor Abbas Milani, Direktur Material dan Manufacturing Research Institute, UBC yang juga merupakan peneliti utama dari Jaringan Penelitian Komposit.

“Faktanya, lem yang tersedia secara komersial tidak bekerja sama sekali pada bahan-bahan ini, hal tersebut menjadikan penemuan kami sebagai fondasi yang mengesankan untuk berbagai kegunaan penting,” Kata Milani.

 

Aplikasi di Dunia Nyata

 

Profesor Kimia Organik di Universitas Victoria, Jeremy Wulff bersama timnya adalah yang memimpin desain kelas baru bahan-bahan penghubung silang tersebut, mereka berkolaborasi dengan UBC Survive dan Thrive Applied Research ( UBC STAR) untuk mengeksplorasi bagaimana kinerjanya dalam aplikasi dunia nyata.

“Tim UBC STAR mampu menempatkan material melalui langkah-langkahnya dan menguji kelayakannya dalam beberapa aplikasi yang luar biasa, termasuk perlindungan balistik untuk responden pertama,” kata Wulff.

Penemuan ini, menurut Wulff, sudah memainkan peran penting dalam hal tentang material yang telah dioptimalkan untuk faktor Kenyamanan dan Ketahanan Operasional, transportasi Termal dan Survivability jaringan. Tim peneliti dari UBC, UVic dan Universitas Alberta juga berkolaborasi untuk menciptakan material pelindung tubuh berkinerja tinggi.

“Dengan menggunakan teknologi cross-linking ini, kami lebih mampu menyatu secara kuat bersama berbagai lapisan jenis kain untuk menciptakan generasi pakaian berikutnya untuk lingkungan yang ekstrem,” kata Wulff. “Pada saat yang sama, cross-linker memberikan kekuatan material tambahan pada fabric itu sendiri,” tambah Wulff.

Milani dengan cepat menunjukkan bahwa agen ikatan yang sangat kuat hanyalah awal dari apa yang dapat dilakukannya.
“Bayangkan cat yang tidak pernah mengelupas atau pelapis kedap air yang tidak perlu ditutup kembali,” kata Milani. “Kami bahkan mulai berpikir untuk menggunakannya sebagai cara untuk mengikat banyak jenis plastik yang berbeda, yang merupakan tantangan utama dalam daur ulang plastik dan komposit mereka,” sambung Milani.

Masih menurut Milani, ada banyak potensi yang nyata dari penelitian mereka ini, terutama untuk membuat beberapa barang sehari-hari yang digunakan menjadi lebih kuat dan lebih tidak mudah rusak sebagaimana yang mana banyak ahli kimia dan insinyur material komposit perjuangkan selama ini.

 

nik//dariberbagaisumber/S-2.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment