Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Anggota Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan, Terkait Debat Terakhir Pasangan Capres

Format Debat Terakhir Sama dengan Debat Keempat

Format Debat Terakhir Sama dengan Debat Keempat

Foto : ANTARA/Reno Esnir
Wahyu Setiawan
A   A   A   Pengaturan Font
Debat kelima atau debat terakhir pilpres akan digelar Sabtu (13/4), di Hotel Sultan, Jakarta. Adapun tema debat ini; Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri.

Pelaksanaan debat ini bersamaan dengan hari terakhir masa kampanye Pemilu serentak. Bagaimana persiapan dan bagaimana pula format debat kelima ini? Sejauh mana persiapan penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum.

Untuk mengupass hal itu, Koran Jakarta mewawancarai Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, di Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Bagaimana persiapan debat kelima nanti?

Persiapan debat ke-5 atau debat terakhir yang pada 13 April 2019 terus kita laksanakan. KPU terus berkoordinasi dengan para pihak dalam hal ini televisi penyelenggara atau media penyelenggara dan juga TKN 01, BPN 02, TNI-POLRI dan Paspampres.

Sampai dengan saat ini, puji syukur persiapan pelaksanaan debat terakhir debat kelima itu lancar tidak ada kendala yang berarti. KPU juga sudah merampungkan proses pendudukan panelis debat ke-5.

Lalu, bagaimana para calon panelis debat?

Kita sudah menggelar pertemuan dengan 11 panelis dan kita mendapatkan komitmen bahkan, mereka semuanya menandatangani pakta integrits untuk menjaga independensi mereka.

Dalam debat terakhir nanti ada kah perubahan format maupun tempat?

Format dan mekanismenya ajek (tetap) seperti debat ke-4 di mana akan ada enam sesi. Sesi pertama, penyampaian visi misi program oleh pasangan calon, sesi 2 dan 3 pendalaman visi misi, program melalui pertanyaan yang dibuat panelis, sesi 4 dan 5 adalah debat antar kandidat tidak saling bertanya dan sesi keenam adalah pernyataan penutup.

Tetapi kan bertepatan dengan kampanye terakhir?

Jadi, secara umum format dan mekanisme debat ajek sama seperti debat keempat, hanya memang karena tanggal 13 April itu bertepatan dengan berakhirnya tahapan kampanye maka KPU berencana dan juga sudah disepakati dalam rapat bersama Bawaslu, TKN 01, BPN 02.

Maksudnya akan ada acara seremonial?

Ya, tapi bentuknya doa. Jadi, di luar format dan mekanisme debat itu akan ada doa bersama lintas agama jadi akan dipimpin oleh ulama dari agama Islam kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh agama lain.

Apa lagi yang membedakan pada debat terakhir ini?

Nanti juga juga akan ada pidato penutup dari Ketua KPU Republik Indonesia, Arief Budiman, didampingi oleh Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Abhan. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Hardjono juga menyampaikan pernyataan terkait telah berakhirnya masa kampanye dan segera memasuki masa tenang.

Selama masa tenang semua pihak dapat menahan diri menciptakan situasi yang kondusif sehingga hari pemungutan suara 17 April 2019 dapat dilaksanakan de ngan aman, damai dan demokratis.

Bagaimana dengan undangan debat kelima tetap?

Itu juga tetap ajek, untuk debat ke-5 KPU akan mengundang 500 orang, dengan rincian 200 orang adalah undangan dari KPU, untuk TKN 01 dan BPN 02 dialokasikan masing-masing 150 undangan jadi total tetap 500 undangan. Para menteri sama seperti debat ke-4 tidak akan diundang oleh KPU, tetapi dipersilakan apabila para menteri diundang oleh TKN 01 ataupun BPN 02 dipersilakan hadir.

Artinya, kalaupun para menteri datang statusnya bukan sebagai menteri?

Ya, benar mereka datang tidak sebagai menteri.

 

rama agusta/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment