Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Pemilu Legislatif

Formappi Pantau Kinerja DPR Hasil Pemilu 2019

Formappi Pantau Kinerja DPR Hasil Pemilu 2019

Foto : KORAN JAKARTA/TRISNO JULIANTORO
evaluasi pileg - Pendiri Formappi, Sebastian Salang (ketiga dari kiri), Caleg PSI, Dara Adinda Nasution (tengah), dan pengamat pemilu, Ray Rangkuti (ketiga dari kanan), saat diskusi “Evaluasi Pileg 2019” di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Kamis (25/4).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemungutan suara Pemilu serentak 2019, termasuk Pemilu Legislatif (Pileg), usai dilaksanakan. Menurut hasil hitung cepat atau quick qount dari berbagai lembaga survei kredibel, 9 partai politik lama (minus Partai Hanura) diperkirakan akan melenggang ke Senayan. Praktis, 4 partai politik baru (Partai Perindo, PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda), belum berkesempatan untuk duduk di kursi parlemen. Kemungkinan wajah lama masih mengisi bangku- bangku di DPR RI. Atas dasar itu, Pendiri Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, memprediksi kinerja DPR RI periode 2019- 2024 tidak akan jauh berbeda dengan kinerja DPR RI sebelumnya. Padahal, parlemen membutuhkan wajah baru dan segar untuk mengubah mainset masyarakat akan kinerja anggota dewan yang kerap dinilai kurang baik.

“Kalau komposisi Caleg yang lolos ke Senayan merupakan incumbent, artinya wajah- wajah lama, saya kira nanti kinerja mereka sama saja seperti yang sebelumnya (buruk). Kecuali kalau ada wajah baru yang bisa memberikan harapan,” ujarnya di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Kamis (25/3). Caleg Partai Golkar tersebut menjelaskan, maksud kinerja DPR RI yang kurang baik itu contohnya absensi kehadiran. Seperti diketahui, kehadiran anggota dewan sering disorot media terkait kosongnya kursi di Rapat Paripurna serta rapatrapat lainnya. Selain kuantitas kehadiran, kualitas beberapa anggota dewan juga sering dipertanyakan oleh publik, mengingat buruknya kualitas dan kuantitas produk legislasi yang dilahirkan parlemen.

“Selain itu, kualitas anggota DPR juga menjadi perhatian kami. Berdasarkan pantauan kami, ada beberapa anggota yang tidak bersuara satu kali pun ketika rapat,” tegasnya. Sementara itu, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dara Adinda Nasution, menuturkan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sistem untuk mengevaluasi kinerja dewan jika partainya mampu lolos ke Senayan. Sistem yang dijanjikan PSI yakni aplikasi Solidaritas, yaitu platform transparansi yang dapat digunakan konstituen untuk mengawasi dan dapat mengevaluasi anggota dewan yang kurang baik untuk dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW), yang rencananya akan digunakan untuk mengawasi Anggota Legislatif di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Tadinya kan digunakan untuk seluruh lini anggota Dewan. Tapi berhubung kita gak dapet kursi di DPR RI, sistem ini akan tetap diterapkan di DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota,” beber dia. Berkaitan dengan tidak lolosnya PSI, Dara menjelaskan bahwa pihaknya telah legowo menerima hasil hitung cepat yang menempatkan suara partainya di sekitar 2 persen atau meraup 3 juta suara pemilih. Kendati demikian, Dara mengatakan pihaknya akan terus melakukan konsolidasi untuk persiapan Pemilu 2024.

tri/AR-3

 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment