Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Prediksi Rupiah

Fokus Tertuju pada Tiongkok

Fokus Tertuju pada Tiongkok

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Spekulasi mengenai rencana Tiongkok mengurangi pembelian surat utang Amerika Serikat (AS) akan menjadi perhatian para pelaku pasar saat ini. Jika benar, dollar berpotensi melemah sehingga menguntungkan mata uang lainnya, termasuk rupiah. Sebaliknya, apabila salah, dollar akan menguat sehingga membuat kinerja rupiah berbalik arah alias melemah. Analis Monex Investindo Futures Putu Agus mengatakan kabar mengenai Tiongkok akan mengurangi pembelian obligasi Amerika Serikat membuat pergerakan dollar AS menjadi terbatas. “Namun, munculnya kabar lain bahwa informasi itu bisa saja keliru, dapat mendorong investor untuk kembali mengoleksi obligasi AS sehingga mata uang di negara berkembang cenderung terapresiasi terbatas,” jelasnya di Jakarta, kemarin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (11/1) sore, menguat 13 poin dari sehari sebelumnya menjadi 13.425 rupiah per dollar Amerika Serikat (AS). “Nilai tukar rupiah menguat terhadap dollar AS setelah berakhirnya aksi ambil untung oleh investor terhadap rupiah,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail.

Dia mengatakan kecenderungan harga komoditas yang masih dalam tren penguatan menjadi salah satu pemicu bagi mata uang berbasis komoditas seperti rupiah kembali diminati oleh investor. Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (11/1) sore ini naik 0,11 persen menjadi 63,64 dollar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude menguat 0,07 persen ke posisi 69,25 dollar AS per barel. “Kenaikan harga komoditas akan berdampak terhadap naiknya konsumsi domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2018,” katanya. n mad/Ant/E-10

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment