Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments

Fokus Hadapi Indonesia Terbuka 2019

Fokus Hadapi Indonesia Terbuka 2019

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemain-pemain Indonesia diharapkan dapat menoreh kan prestasi di Indonesia Terbuka 2019, minimal mempertahankan capaian di gelaran tahun lalu.

JAKARTA - Tim bulutangkis Indonesia kini fokus untuk menghadapi Indonesia Terbuka. Setelah menyelesaikan turnamen Australia Terbuka dan wakil Indonesia berhasil meraih satu gelar lewat tunggal putra Jonathan Christie, diharapkan kembali menorehkan prestasi di negeri sendiri.

Jonatan Christie yang baru meraih gelar juara di Australia Terbuka 2019 dengan mengalahkan sesama pemain Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, di babak final diharapkan mampu melanjutkan prestasi terbaiknya pada gelaran Indonesia Terbuka yang merupakan turnamen BWF World Tour level 1000. Turnamen ini akan digelar pada 16-21 Juli mendatang.

Jeda waktu satu bulan dinilai cukup untuk persiapan menuju Indonesia Terbuka, baik dalam hal pemulihan maupun pembenahan dari segi teknik dan fisik.

“Saya rasa bagus ya. Jadi ada jeda waktu untuk menambah latihan akurasi pukulan, strategi yang kemarin tak bagus dibenahi, kelebihan dipertajam, sambil evaluasi kekuatan sendiri dan lawan, kenapa menang kenapa kalah. Cukup baik lah untuk persiapan Indonesia Open karena kami sebagai tuan rumah berharap bisa dapat prestasi banyak lah,” kata Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI Susy Susanti kemarin.

Berkaca pada hasil tahun lalu, Indonesia merebut dua gelar dari ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Untuk tahun ini, Susy tak mau muluk-muluk memasang target.

“Seperti biasa kami tak mau asal omong doang. Enggak lah. Kami kerja dulu, kami yang terjelek dulu, maunya lima sektor juara, tapi kami realistis, tahu lah kekuatan kami jadi tidak bisa asal ngomong,” ucap Susy.

“Jadi tidak hanya minions saja (yang ditargetkan juara) tapi saya berharap ke semua atlet. PBSI berharapnya kalau ada pemain muda kenapa enggak? Biarkan mereka bersaing saja toh juaranya Indonesia juga,” katanya.

“Tapi kemarin dengan Sudirman Cup balik lagi bisa jadi satu hal positif buat Marcus dan Kevin yang sebelumnya sempat goyang, pasti dari pribadi ingin kumpulkan juara untuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Mereka tahu tugas dan kewajiban kok,” ujar dia.

Lebih Menghibur

Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjanjikan gelaran Indonesia Terbuka 2019 bakal lebih menghibur, meskipun harga tiket mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu.

Indonesia Terbuka 2019 akan digelar di Istora, Senayan, pada 16-21 Juli mendatang. Panitia Penyelenggara kini sudah mulai melakukan penjualan tiket melalui sistem online. Ada tiga kategori tiket yang dijual yakni Black, Red, dan Blue. Dari tiga kategori itu, harga terendah dijual 25 ribu rupiah sampai termahalnya 850 ribu rupiah.

Panitia juga menjual tiket terusan (enam hari) untuk pecinta bulu tangkis yang tidak mau repot. Hanya dua kategori yang dijual, yakni Red dengan harga 1,1 juta rupiah dan Blue seharga 2,1 juta rupiah.

Dibandingkan dengan harga tiket tahun lalu, harga yang dipatok panpel tahun ini mengalami kenaikan. Pada 2018, harga terendahnya 30 ribu sampai termahal 650 ribu rupiah. Sedangkan tiket terusannya selama enam hari kelas 1 dijual 950 ribu dan VIP seharga 1,7 juta rupiah.

“Tentu kami ingin lebih baik dari tahun sebelumnya. Artinya, ada acara-acara entertainment yang lebih banyak. Seperti hiburan keluarga, musik, dan hiburan lainnya,” kata Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto saat dihubungi pewarta.

Namun, Budiharto enggan memberi penjelasan detail soal konsepnya. “Nanti 26 Juni akan kami umumkan (jumpa pers),” ujar dia. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment