Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Bohemian Rhapsody

Film Biopik yang Mampu Membungkam Kritikus Film

Film Biopik yang Mampu Membungkam Kritikus Film

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Band asal Inggris yang digawangi Freddie Mercury ini menjadi salah satu band rock legendaris dunia yang hingga kini masih terus menjadi perbincangan banyak orang. Itulah Queen, yang saat ini dibikin film biopik dengan judul Bohemian Rhapsody.

Bohemian Rhapsody sukses membungkam para kritikus film. Pasalnya, film yang mengangkat kisah biopik grup musik rock Queen dengan fokus kehidupan Freddie Mercury ini menjadi pemuncak box office dalam pekan perdana penayangannya.

Film ini pada awalnya diterpa review buruk dari para kritikus. Dari 180 ulasan, 72 menulis buruk. Bahkan New York Times menulis film ini terlalu lamban, sangat literal, berpikiran harafiah, dan konvensional.

Meski secara keseluruhan, banyak yang memberikan ulasan buruk. Namun, para kritikus justru memuji akting Rami Malek. Banyak yang menyebut jika salah satu alasan utama untuk menonton film ini adalah akting Rami Malek.

Meski demikian, kritik tidak selalu sejalan dengan pasar. Buktinya pendapatan dari film produksi Fox ini di luar dugaan. Film ini baru tayang di Amerika Utara pada Jumat (2/11), namun sudah membuktikan jika pasar ‘membungkam’ para kritikus. Penonton sepertinya lebih tertarik melihat kisah vokalis yang memiliki kekuatan suara khas ini.

Jika digabung dengan pendapatan secara internasional, menurut Fox, film ini meraup 122,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,8 triliun. Dibandingkan dengan biaya produksinya sekitar 52 juta dolar AS atau sekitar Rp 777 miliar, film ini jelas meraup banyak keuntungan.

Bohemian Rhapsody menceritakan tentang perjalanan karier Queen. Kemudian kilas balik pada awal 1970-an, saat Freddie masih mahasiswa. Freddie kala itu masih menggunakan nama aslinya Farrokh Bulsara. Freddie yang merupakan keturunan Persia merupakan mahasiswa yang suka musik.

Singkat cerita Farrokh Bulsara mengubah namanya menjadi Freddie Mercury seiring moncernya karier Queen. Kisah kemudian berlanjut dengan jatuh bangunnya Queen, termasuk kehidupan getir Freddie Mercury.  pur/R-1

Pertanyaan yang Tak Terjawab

Bohemian Rhapsody selain mengisahkan Queen yang fokus pada pentolannya, Freddie Mercury, juga ada sejumlah pertanyaan yang tak terjawab dalam film tersebut. Berikut beberapa diantaranya.

1. Malek mengatakan ia memakai gigi palsu setahun sebelum syuting agar bisa terbiasa bicara dan menyanyi saat mengenakannya. Freddie dilahirkan dengan empat gigi atas ekstra, membuat rahangnya maju. Asisten pribadinya, Peter Freestone, mengatakan gigi Freddie adalah sumber rasa tidak percaya dirinya, tapi dia takut menjalani operasi karena khawatir akan mempengaruhi kemampuan bernyanyi.

2. Studio rekaman di rumah pertanian di mana band itu membuat lagu Bohemian Rhapsody dikenal sebagai Rockfield Studios. Di film, Rockfield digambarkan sebagai tempat rekaman yang tak biasa dan eksperimental, tapi hingga saat ini bekas rumah pertanian itu masih dianggap sebagai studio premiere.

3. Freddie memiliki beberapa kucing sepanjang hidupnya. Berdasarkan memoir Freestone, ia bicara dengan kucing-kucingnya lewat telepon saat tidak sedang di rumah.

4. Salah satu hubungan terpenting dalam hidup Freddie adalah dengan Mary Austin (dimainkan Lucy Boynton), yang ditemuinya sebelum dia terkenal. Dalam kehidupan nyata, Freddie dan Austin tinggal bersama dan menjalin asmara, bahkan bertunangan, selama beberapa tahun. Meski hubungan mereka kandas ketika Freddie mulai tidur dengan lelaki, keduanya tetap berteman hingga akhir hayat.

5. Dalam wawancara pada 2006, Hutton mengatakan mereka bertemu di bar gay di London. Memang betul, mereka bertemu setelah Hutton awalnya menolak Freddie beberapa tahun lalu, tapi adegan di mana Freddie mencari Hutton di buku telepon sebelum menemuinya adalah sentuhan Hollywood. Kenyataannya, kata Hutton, mereka kebetulan saja bertemu bertahun-tahun kemudian di bar gay.

6. Konser Live Aid pada 1985 digambarkan di film tak hanya sebagai klimaks cerita, tapi juga klimaks karir Freddie, yang kesehatannya menurun setelah didiagnosis HIV. Pada kenyataannya, ia baru didiagnosis HIV pada 1987, dua tahun setelah konser.

7. Ada kebebasan interpretasi dalam membuat karakter Prenter (diperankan Allen Leech) di film. Di film, Prenter masuk televisi setelah dia dipecat karena membeberkan kehidupan pribadi Freddie. Pada kenyataannya, Prenter masih bekerja untuk Freddie saat konser Live Aid. Meski dia tak pernah membeberkan kehidupan pribadi Freddie di tayangan, dia melakukannya untuk media cetak.  pur/R-1

Cermati Fakta Berikut

Tak terhitung lagu karya Queen yang menginspirasi musisi lain. Diantaranya We Are The Champions, I Want To Break Free, We Will Rock You, dan Bohemian Rhapsody, yang dipakai sebagai tajuk film dengan judul yang sama.

Kini kejayaan band yang terbentuk pada 1970 itu diangkat dalam film layar lebar. Dan Bohemian Rhapsody ini fokus pada band Queen, terutama sang vokalis, Freddie Mercury, hingga penampilan bersejarah mereka di Stadion Wembley dalam konser Live Aid pada 1985.

Premiere film ini sudah berlangsung pada Rabu (24/10) di Inggris dan akan tayang di Indonesia pada 31 Oktober 2018. Berikut sejumlah fakta film biopik tersebut.

1. Proses sampai 10 tahun

Pembuatan film tentang perjalanan grup band bergenre rock ini memakan waktu hingga 10 tahun sebelum akhirnya berhasil diangkat ke layar lebar. Banyak kendala yang mesti dilalui, diantaranya masalah dengan sutradara, aktor dan masih banyak lagi.

2. Hampir memerankan Freddie Mercury

Freddie Mercury dalam film ini diperankan aktor keturunan Mesir, Rami Malek. Namun sebelumnya, aktor Inggris Sacha Baron Cohen hampir memerankan Freddie. Tetapi ada beberapa hal yang membuatnya harus mundur dari peran tersebut.

3. Diproduseri Robert De Niro dan Jim Beach

Keempat anggota band Queen masing-masing diperankan Rami Malek (Freddie Mercury/Vokalis), Gwilym Lee (Bryan May/Gitaris), Ben Hardy (Roger Taylor/Drummer) dan Joe Mazello (John Deacon/Bassist). Kemudian ada Robert De Niro dan Jim Beach, mantan manager Queen, yang terlibat sebagai produser.

4. Kandidat Oscar

Bukan hal mudah untuk memerankan tokoh ikonik seperti Freddie Mercury. Hal itu diungkapkan langsung Rami Malek. Di mana untuk menjadi Freddie Mercury, dirinya memerlukan usaha keras. Berkat usaha kerasnya itu, tak heran jika Rami menjadi salah satu kandidat terkuat penerima Oscar di ajang Academy Awards. Seperti sejarah yang terulang, diantaranya aktor Jamie Foxx yang menyabet Oscar setelah memerankan musisi soul Ray Charler di film Ray (2004).

5. Bryan Singer dipecat

Nama Bryan Singer dalam dunia perfilman memang tidak perlu diragukan lagi. Sederet film superhero X-Men dan film fenomenal The Usual Suspects (1995) merupakan bukti kesuksesannya.Tak heran jika ia dipercaya untuk menyutradarai Bohemian Rhapsody.

Namun, sekitar Desember 2017, Bryan dipecat 20th Century Fox. Posisinya pun digantikan Dexter Fletcher.

6. Replika konser Live Aid

Queen Live Aid Concert yang digelar pada 13 Juli 1985 tercatat sebagai konser siaran langsung televisi terbesar di dunia sepanjang sejarah. Dalam Bohemian Rhapsody ini mereka membuat replika panggung yang sama persis dengan konser Live Aid pada 1985.  pur/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment