Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments

Fikih Kelautan, Perlukah?

Fikih Kelautan, Perlukah?
A   A   A   Pengaturan Font

Penulis : Dr. Moh. Mufid, Lc. M. HI
ISBN : 978-623-7148-05-0
Berat : 310 gram
Genre Buku : Fiqh/Hukum Islam
Kertas : CD
Penerbit : Bildung
Ukuran : 15.5 x 23 cm
Sampul : soft cover
Cetakan Pertama : Juli 2019
Halaman : xii+236 hlm

Selama ini, fikih dipahami se­bagian kalangan hanya norma agama yang mengatur hubun­gan dengan Tuhan adan antar sesame manusia. Padahal, fikih juga men­gatur hubungan kita dengan alam sekitar, termasuk mengatur interaksi manusia dengan lingkungan darat dan laut.

Buku “Al-Qur’an dan Reklamasi: Fiqh Kelautan Berbasis Maqasid Syariah” ini menawarkan gagasan fikih kelautan berbasis maqsid syar’ah (tujuan syariat). Dengan fikih kelautan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir dalam memanfaatkan potensi sumberdaya kelautan yang secara bijaksana dan berkelanjutan (hlm. vi).

Tema yang diangkat dalam buku ini super sexy. Pertama, yang dilakukan penulis adalah eksplorasi awal terkait dengan tema reklamasi yang secara tekstual-kontekstual relative masih langka dalam peta pemikiran Islam (its original exploration). Kedua, tema ini menjadi sexy karena reklamasi ada­lah tema politik nasional, dan bahkan isu internasional. Ketiga, dalam kajian lingkungan hidup, its specific themes to be discussed dan masih langka. Keempat, isu reklamasi yang dikaitkan dengan religious ethic adalah isu pen­ting yang harus dikembangkan dalam kajian keislaman demi mendukung sustainable development.

Buku ini, terdiri atas sembilan bab yang merupakan satu kesatuan untuk menghadirkan satu pemikiran yang utuh, baik dari segi teoretis mau­pun praktis. Penulis dalam buku ini mendiskursuskan isu-isu kelautan dari perspektif fikih, misalnya membahas fikih konservasi mangrove (hlm. 127), fikih konservasi perikanan (hlm. 145), fikih reklamasi pesisir pantai (hlm. 167), fikih ekowisata (hlm. 185) dan fikih global warming (hlm. 211).

Buku ini menarik karena mendis­kurusskan isu-isu sentral kelautan dari sudut pandang fikih lingkungan dan menggunakan pendekatan maqasid syariah sebagai pisau analisisnya. Kelebihan buku ini adalah termasuk literature yang langka yang mampu memadukan secara elaboratif kajian teologis normatif dengan nalar kreatif penulis yang argumentatif. Penu­lis menyajikan secara apik konsep konservasi lingkungan kelautan dalam perspektif Islam, sehingga sangat rec­ommended untuk dijadikan referensi bagi akademisi, praktisi dan pemerhati maupun pengambil kebijakan terkait lingkungan.

Buku kompilasi dari berbagai paper yang dipresentasikan pada forum-forum ilmiah ini memberikan pema­haman yang utuh tentang hubungan agama dan konservasi kelautan, khususnya tentang fikih, moral-etik, dan sekaligus maqasid syariah-nya. Meskipun demikian, kekurangan buku ini adalah banyak istilah-istilah teknis-metodologis yang kurang popular di kalangan masyarakat awam. Peresensi, Helwi Rasheed, pegiat literasi dari Yogyakarta

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment