Koran Jakarta | October 19 2017
No Comments
Politik AS I Eks Ketua Kampanye Trump Disidik atas Dugaan Pencucian Uang

FBI Geledah Rumah Paul Manafort

FBI Geledah Rumah Paul Manafort

Foto : REUTERS/Rick Wilking
Incar Manafort l Foto dokumentasi calon Presiden AS dari kubu Republik, Donald Trump (kiri), sedang mengacungkan jempol bagi ketua kampanye pilpres, Paul Manafort (tengah) dan anak perempuan Trump yang bernama Ivanka, saat Konvensi Nasional Republikan di Cleveland, Amerika Serikat, Juli tahun lalu. Manafort saat ini disidik FBI atas kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan pemerintah Russia untuk memenangkan Trump pada Pilpres AS 2016 lalu.
A   A   A   Pengaturan Font

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat kembali menggeledah kediaman mantan ketua kampanye Donald Trump, untuk mencari tahu kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan pemerintah Russia dalam Pilpres AS 2016.

WASHINGTON DC – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) melakukan sebuah penggeledahan rumah mantan ketua kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang bernama Paul Manafort yang berlokasi di Virginia. Hal ini dibocorkan oleh juru bicara Manafort, Jason Maloni, pada Rabu (9/8).

Penggeledahan itu dilakukan atas perintah dari penasihat khusus FBI, Robert Mueller, yang melakukan investigasi independen terhadap adanya kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan pemerintah Russia yang fokus pada kemungkinan terjadinya kesepakatan-kesepakatan pendanaan dari kolega-kolega Trump.

“Manafort secara konsisten bekerja sama dengan para penegak hukum, termasuk pada kesempatan penggeledahan ini,” kata Maloni melalui sebuah surat elektronik.

Washington Post pernah memberitakan penggeledahan sebenarnya telah dilakukan pada 26 Juli lalu oleh FBI terhadap kediaman Manafort di Alexandria, Washington DC, AS. “Dalam penggeledahanpenggelahan ini, tim FBI menyita sejumlah dokumen pajak dan catatan keuangan,” demikian lapor New York Times yang berhasil mengorek keterangan dari seseorang yang mengetahui secara jelas masalah ini. Reuters edisi Juli lalu menulis dengan mengutip keterangan sejumlah sumber bahwa tim FBI sedang meneliti catatan keuangan dan real estate milik Manafort di New York dan keterkaitan Manafort dalam perpolitikan di Ukraina.

Dalam panggung politik AS, Manafort, 68 tahun, telah lama dikenal sebagai konsultan politik dan pelobi. Dia saat ini berstatus dalam penyidikan atas dugaan pencucian uang. Manafort mundur dari tim kampanye Trump pada Agustus 2016 lalu.

Menurut sumber-sumber yang dekat dengan Mueller, Manafort telah ditargetkan menjadi pihak yang akan memberikan kesaksian terhadap mantan kolega-koleganya.

Menurut anggota Senat AS dari Partai Demokrat, Richard Blumenthal, penggeledahan adalah sebuah langkah yang signifikan dan hal ini menunjukkan adanya investigasi terhadap tindak kejahatan yang sangat serius, yang berhubungan dengan target-target potensial yang tidak bisa bekerja sama atau tidak terpercaya.

Presiden Trump sebelumnya telah menyerang Blumenthal lewat media sosial Twitter pekan ini, setelah senator Demokrat itu menyerukan pada Mueller agar cepat-cepat menyelesaikan penyelidikannya.

Agen-agen intelijen AS telah menyimpulkan bahwa pemerintah Russia melakukan intervensi dalam pemilu Presiden AS 2016 lalu dengan cara meretas dan mempublikasi surat- surat elektronik memalukan lawan Trump dalam pemilu yaitu Hillary Clinton yang kabarnya digagas oleh anak laki- laki tertua Presiden AS yaitu Donald Trump Jr. Intervensi ini dilakukan agar membantu Trump memenangkan pemilu pada November lalu.

Sementara itu Presiden Trump menyebut investigasi yang dilakukan Mueller sebagai hal yang sia-sia dan sebagai upaya untuk mencemarkan nama baiknya. Tudingan terjadinya kolusi antara kolega Trump dan Kremlin telah menghantui Presiden Trump sejak ia duduk di Gedung Putih dan menjadi faktor pengganggu paling besar dalam agenda politik Trump.

Pertemuan Sukarela

Penggeledahan dilakukan beberapa jam setelah Manafort secara sukarela bertemu dengan Komite Intelijen Senat, satu dari beberapa panel Kongres yang menyelidiki kemungkinan adanya kolusi antara pejabat kampanye Trump dan pejabat Russia, serta untuk mengetahui apakah Trump menghalangi keadilan dengan memecat James Comey, mantan direktur FBI, selagi ia memimpin penyelidikan kasus ini sebelum diambil alih Mueller.  uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment