Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
WAWANCARA

Fathur Rokhman

Fathur Rokhman

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Sebagai lembaga pendidikan, Universitas Negeri Semarang (UNNES) bertekad mengembangkan diri menjadi rumah ilmu pengembang peradaban unggul. Dengan tekad itu, UNNES menjaga jati dirinya sebagai lembaga ilmu pengetahuan yang bertugas mengembangkan potensi sumber daya manusia Indonesia untuk membangun keunggulan bangsa dan manfaat bagi manusia dan kemanusiaan.

Dengan menjadi rumah ilmu berarti UNNES selalu menggunakan ilmu sebagai dasar dalam setiap kegiatan. Kegiatan keilmuan terepresentasi dalam bentuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, bidang akademik maupun non-akademik.

Secara akademik, kegiatan pengembangan keilmuan dilaksanakan di program studi, laboratorium, dan kegiatan lainnya. Adapun secara non-akademik, ilmu menjadi dasar dalam pengelolaan dan pengambilan kebijakan universitas. S

ebagai lembaga pendidikan UNNES menjalankan tugas kebangsaan untuk menyelenggarakan pendidikan mengembangkan peradaban unggul demi kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat dunia. Peradaban unggul yang dimaksudkan adalah sumber daya manusia yang unggul, nilai-nilai yang unggul.

Guna meraih dan mewujudkan itu semua, UNNES menyelenggarakan program pendidikan vokasi (D3), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), dan pendidikan profesi. Terdapat 85 program studi yang dikelola dalam delapan fakultas dan program pascasarjana.

Untuk mengetahui langkah apa saja yang telah dan akan dilaksanakan jajaran pimpinan UNNES menghadapi tantangan global ke depan, wartawan Koran Jakarta, Marcellus Widiarto berkesempatan mewawancarai Rektor UNNES, Fathur Rokhman, dari Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

UNNES mendedikasikan diri berwawasan konservasi. Bisa dijelaskan konsep ini?

UNNES berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Bagian pertama dari statement ini adalah berwawasan konservasi. Wawasan konservasi yang ada di UNNES berbasis pada tiga pilar yaitu konservasi seni dan budaya, konservasi lingkungan sumber daya alam, dan konservasi nilai dan karakter. UNNES adalah universitas yang peduli pada penyelamatan alam melalui perbaikan lingkungan, penanaman karakter, dan pelestarian budaya.

Visi UNNES ingin bereputasi internasional. Bagaimana upaya mewujudkan hal tersebut?

Untuk mewujudkan reputasi internasional, UNNES harus mulai menggunakan dan memenuhi indikator yang digunakan oleh lembaga pemeringkatan internasional (misal QS Ranking) dan pemeringkatan yang digunakan oleh Kemenristekdikti. Pemeringkatan bukan tujuan internasionalisasi, namun sebagai tolok ukur sejauh mana UNNES telah berlari dan apakah gerak UNNES sudah menuju ke arah yang benar.

Sudah menjadi keharusan bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas dengan mempertajam riset. Sejauh mana ini dilakukan di UNNES?

UNNES mulai mengubah budaya akademik dari teaching university menjadi research university. Perubahan ini bukan berarti UNNES meninggalkan proses pengajaran yang berkualitas.

Dengan kultur research university, pengajaran akan semakin berkualitas karena pengajaran didasari oleh hasil riset yang dihasilkan oleh dosen. Hasil riset dosen harus dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi dan berpotensi menjadi inovasi yang dapat dikomersialisasi.

Bagaimana upaya Anda menjadikan UNNES sebagai universitas riset yang unggul?

Universitas riset yang unggul harus ditopang tenaga peneliti yang andal dan fasilitas penelitian yang mumpuni. UNNES terus menambah jumlah dosen yang berpendidikan S3 melalui berbagai terobosan dan beasiswa. Peneliti yang produktif menerbitkan artikel jurnal mendapatkan penghargaan dan insentif. Alat dan fasilitas laboratorium terus ditambah menggunakan berbagai sumber pendanaan.

Keunggulan riset masih harus ditambah dengan hasil riset tersebut bisa digunakan oleh sektor industri. Bagaimana kerja sama UNNES dengan sektor industri?

Hubungan kami dengan beberapa industri cukup baik. Kami telah bekerja sama dengan PT Viar guna mengembangkan mobil pedesaan. Ada beberapa produk lain yang siap masuk ke pasar. Bioflame gel (gel bioetanol gel berbasis singkong), Hygine 6+(sabun cair serbaguna), smart solar home system (panel solar sel), Wood Dry Kiln (oven pengering kayu).

Ada juga sampah muda (aplikasi jual beli sampah) dan dua produk CPPBT yakni Oxyfla (fitofarmaka jahe hitam yang berfungsi sebagai viagra alami), dan airQu 8+ (air sehat ber-PH lebih dari 8 yang diolah dengan reverse osmosis alkaline system). Beberapa hasil riset yang lain sedang kami usahakan untuk mendapatkan dukungan dari industri.

Bagaimana menumbuhkan budaya riset di UNNES agar sejak dini para mahasiswa sudah mencintai riset dan penelitian?

Sedini mungkin mahasiswa dilibatkan pada penelitian bersama dosen. Sudah beberapa tahun terakhir ini dosen diwajibkan melibatkan mahasiswa dalam penelitian. Usaha ini diapresiasi oleh para mahasiswa dan dosen karena menjadi sebuah simbiosis mutualisme. Demikian juga dengan proses pembimbingan skripsi, mahasiswa berkolaborasi dengan dosen untuk menghasilkan penelitian yang terjamin kualitasnya.

Tantangan lain bagaimana agar lulusan UNNES bisa menciptakan lapangan kerja?

Untuk menciptakan lapangan kerja, sejak dini mahasiswa UNNES harus memiliki mindset wirausaha. Untuk menanamkan mindset tersebut, UNNES memiliki mata kuliah kewirausahaan untuk seluruh mahasiswa. Selain itu, UNNES juga mendirikan pusat kegiatan kewirausahaan UNNES atau UNNES Student Entrepreneurship Center.

Melalui pusat tersebut, pelatihan kewirausahaan diberikan pada mahasiswa yang berbakat dan berminat usaha. UNNES juga menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk modal usaha para mahasiswa.

Untuk meningkatkan kualitas, harus didukung SDM yang baik. Apa upaya untuk meningkatkan SDM di UNNES?

Peningkatan kapasitas SDM di UNNES menggunakan metode capacity building berbasis kepemimpinan bertumbuh. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas SDM, seperti seminar, workshop atau lokakarya, kursus pendek atau short course, focus group, discussion, pencangkokan, klinik skill tertentu dan coaching.

Bagaimana dengan SDM, terutama dosen di UNNES apakah sudah memenuhi harapan Anda?

Untuk SDM kami sudah memiliki dosen-dosen yang mumpuni di bidangnya. Bagi dosen yang masih S2 kami pacu terus untuk S3. Kami juga mendukung para dosen kami untuk mengikuti hibah bersaing di tingkat nasional. Beberapa dosen terbaik kami juga dipinjam oleh lembaga lain untuk menjadi pemimpin di institusi mereka.

Dosen-dosen muda lulusan luar negeri, kami fasilitasi untuk penelitian dan menulis buku serta artikel. Pada intinya, SDM kami sudah sangat baik. Saya sebagai pimpinan hanya perlu mendorong dan memfasilitasi agar mereka lebih produktif. Saya mengakui bahwa jumlah profesor UNNES masih perlu ditambah.

Fasilitas yang ada di kampus, termasuk laboratorium sudah cukup untuk meningkatkan kualitas seperti yang Anda inginkan?

Perlahan namun pasti, fasilitas laboratorium dan penunjang pendidikan lain terus ditingkatkan. Saat ini, kami sedang membangun perpustakaan modern untuk menunjang pembelajaran. Di fakultas MIPA dan FIK kami memiliki beberapa peralatan berstandar internasional yang cukup langka dan mahal pengoperasiannya. Alat-alat tersebut akan disusul dengan alat-alat modern lain di masa yang akan datang.

Untuk memacu peningkatan kualitas, perlu dijalin kerja sama dengan universitas mancanegara. Seberapa banyak kerja sama tersebut dijalin dan bagaimana hasilnya?

Kerja sama UNNES telah dijalin baik dengan universitas di luar negeri. Kami memiliki beberapa mitra di Malaysia dan beberapa negara ASEAN guna pengiriman PKL dan PPL antarbangsa. Dengan negara lain seperti India dan New Zealand kami memiliki kerja sama penelitian kolaboratif. Bersama beberapa universitas di Finlandia kami melaksanakan proyek bersama untuk merealisasikan LPTK bereputasi internasional.

Bisa dijelaskan kerja sama tersebut dengan perguruan tinggi mana saja?

Dengan universitas dari Malaysia, antara lain University Sains Islam Malaysia, University Malaysia Sabah, University Technology Malaysia, University Malaysia Perlis, University Industri Selangor, dan University Pendidikan Sultan Idris. Dengan universitas dari India, antara lain Gujarat Technological University dan Jawaharlal Nehru University New Delhi.

Dengan universitas dari Thailand, antara lain Chiang Mai University, Naresuan University (MoM), Shinakharinwirot University, King Mongkut’s University of Technology Thonburi, dan Bangkok University. Dengan universitas dari New Zealand, antara lain The University of Auckland (MoM) dan Massey University New Zealand

Dengan universitas dari Australia, antara lain dengan University of the Sunshine Coast, Queensland (MoM), University of Southern Queensland, Griffith University (MoM), Faculty of Enginering University of Wollongong Australia, dan International Co-Operation Macquarie University. Dengan universitas dari Tiongkok, antara lain University of Electronic Science and Technology of China, Chengdu Textile College, Henan Normal University, Ningbo University People’s Republic of China.

Bagaimana dengan prestasi para mahasiswa saat ikut kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional?

Prestasi mahasiswa UNNES di tingkat nasional maupun internasional tidak perlu diragukan lagi. Prestasi mahasiswa UNNES secara kumulatif bertengger di peringkat 7 nasional berdasarkan pemeringkatan Kemenristekdikti. Mahasiswa UNNES juga menjadi atlet nasional yang turut menyumbangkan medali pada ajang Asian Games 2018.

Adakah target khusus yang ingin diraih selama Anda memimpin UNNES?

Target saya saat ini adalah membawa UNNES menjadi Universitas Klaster Satu. Saat ini, UNNES masih menempati klaster dua gemuk. Artinya dengan menambah beberapa poin lagi UNNES mampu bersanding dengan perguruan tinggi lain yang lebih senior, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain itu, saya merasa sudah menjadi kewajiban untuk membawa UNNES mendapatkan status otonom. Status otonom dapat diraih dengan perubahan menjadi PTN Badan Hukum atau bentuk lain yang sejenis. Saya juga berharap UNNES tidak hanya membangun generasi produktif, namun juga berkarakter. 

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment