Koran Jakarta | May 19 2019
No Comments

Esensi “Smart City” Adalah Melayani

Esensi “Smart City” Adalah Melayani

Foto : istimewa
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, President Director Lintasarta, Arya Damar, Dept Head Transit Oriented Development MRT Jakarta, Seno Pranata, dan CEO Technology Business Sinarmasland, Irvan Yasni, saat diskusi “Being Smart With Smart City” di The Breeze BSD City, Serpong, Rabu (10/4).
A   A   A   Pengaturan Font

Pembangunan kawasan dengan konsep kota pintar atau smart city merupakan sebuah kebutuhan ketika era industri 4.0 datang. Untuk itu, fasilitas dan infrastruktur teknologi informasi (IT) mesti terbangun guna mendukung aktivitas masyarakat serta terwujudnya ekosistem digital.

Demikian rangkuman diskusi Being Smart With Smart City di The Breeze BSD City, Serpong, Rabu (10/4). Hadir sebagai pembicara Dirjen Hubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Plt Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Menkominfo, Bambang Dwi Anggoro, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, President Director Lintasarta, Arya Damar, Dept Head Transit Oriented Development MRT Jakarta, Seno Pranata, dan CEO Technology Business Sinarmasland, Irvan Yasni.

Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar, mengatakan esensi smart city adalah bagaimana melayani masyarakat dengan lebih baik lagi. “IT hanyalah sebagai tools untuk mempermudah pelayanan. Soalnya kemudian adalah tidak semua daerah terjangkau internet. Bahkan, ada daerah yang cuma dapat sinyal satu garis, bagaimana mau jadi smart city?” katanya.

Ahmad Zaki mengkhawatirkan bahwa kemudahankemudahan yang ditawarkan melalui revolusi industri membuat masyarakat yang serba instan. Selain itu, tidak semua warga melek internet. “Artinya, masih harus ada juga pelayanan secara konvensional. Sebab, tidak semua warga itu paham smartphone,” paparnya.

Sedangkan CEO Technology dan Business Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menyatakan dalam melakukan integrasi menjadi Smart Digital City, BSD bukan hanya membangun infrastruktur dan IT, tapi juga ikut membangun sumber daya manusia digital, dengan menghadirkan berbagai sekolah- sekolah IT seperti Apple Developer, Techpolitan, Binar Academy, Creative Nest, dan Purwadhika IT School.

“Sumber daya manusia digital menjadi kebutuhan yang tidak ditunda lagi, mengingat semua hal saat ini mengarah ke sektor digital. Jadi, untuk menunjang sebuah kota yang cerdas, dibutuhkan banyak sumber daya manusia di bidang digital. Oleh karena itulah kebutuhan tenaga kerja di bidang digital menjadi sangat tinggi, sehingga saat ini juga diperlukan banyak sekolahsekolah IT, yang dihadirkan di BSD City,” ungkap Irvan.

“Smart Mobility”

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, menyatakan perlu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapkan smart mobility,.

Dijelaskan, smart mobility adalah penerapan teknologi di bidang elektronika, komputer dan telekomunikasi yang bertujuan agar prasarana dan sarana transportasi menjadi lebih informatif dan komunikatif sehingga memberikan dampak pada kelancaran, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan berlalu lintas dan ramah lingkungan. yok/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment