Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments

Endah N Rhesa Tunda Perilisan Album Baru

Endah N Rhesa Tunda Perilisan Album Baru

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Grup musik Endah N Rhesa belakangan ini sedang mempersiapkan album barunya, yang rencananya bakal dirilis dalam waktu dekat. Direncanakan awal, album baru mereka itu rilis pada awal Februari 2019, namun tertunda lantaran mereka ingin fokus pada polemik Rancang­an Undang-undang (RUU) Permusikan.

"Harusnya bulan ini, cuma mungkin mundur. Sebenarnya sudah 90 persen, sampai mundur untuk dukung penolakan RUU. Karena ketika kita membaca RUU, isinya sangat berma­salah. Karena banyak pasal-pasal yang tidak sesuai dengan tujuan awal di mana UU ini yang bisa mensejahterakan musisi atau bisa mendukung kreatifitas musisi, tapi ini justru nggak. Itu sih kegelisahan yang kami rasakan," ujar Endah saat dite­mui di Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Endah N Rhesa memiliki alasan yang kuat mengapa berga­bung dengan Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP). "50 dari 54 pasal yang ada di draft RUU Permusikan ini bermasalah, mengalami kecacatan. Bahkan ada beberapa banyak juga yang ternyata harus dihapuskan. Jadi ketika mau melakukan revisi, maka akan sangat banyak sekali dan 50 dari 54 ini kan berarti tidak relevan ya," kata Endah.

Endah juga menyatakan banyak sekali hal yang perlu dibi­carakan dengan baik mengenai RUU tersebut. Tentunya ini untuk kebaikan para musisi juga. "Mesti ditinjau kembali, su­dahkah memenuhi kebutuhan ekosistem musik yang ada. Jadi memang itu ya, banyak sekali masalah yang harus dipecahkan dan didiskusikan daripada revisi menghamburkan uang nega­ra dan kemudian mengambil waktu yang sangat banyak dan tidak efisien. Jadi memang lebih baik untuk didrop saja karena ini membutuhkan diskusi yang panjang, bahkan untuk mem­buat sebuah naskah kembali," ungkap Endah.

Grup musik duo ini pun berharap soal dunia musik dikem­balikan kepada para musisi yang memang bekerja dan bidang tersebut. "Memang yang kami inginkan adalah mendrop RUU ini kemudian kita harus meminta semua yang hendak terlibat dalam perumusan RUU ini untuk meninjau kembali apakah insan musik yang berkaitan dengan ini membutuhkan UU ter­sebut. Atau sudah tercover dengan UU yang sudah ada. Kalau toh memang sebagian besar membutuhkan, ya udah dibuat kembali dari naskah akademiknya, kemudian baru­lah lahir lagi rancangan yany baru dan kita akan terus mengawal itu," tukasnya.

Endah pun ingin para musisi me­ngawal proses tersebut. "Dalam arti semua akan mengawal itu. Cuman kalau ternyata tidak perlu, karena memang sudah ada UU yang lain yang bisa mengatur, ya sudah berarti memang tidak perlu," pungkas Endah. yzd/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment