Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Penghargaan Negara

Enam Tokoh Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional

Enam Tokoh Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh yang dinilai berjasa bagi bangsa dan negara. Upacara penganugerahan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11). Jokowi memberikan penghargaan tersebut kepada para ahli waris masing-masing tokoh.

Dia menyalami mereka satu per satu. “Selamat ya,” kata dia. Penganugerahan itu diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 123 TK 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah satu tokoh itu adalah Abdurrahman Baswedan dari Yogyakarta. Ia merupakan kakek Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pria keturunan keluarga Arab ini pernah mengajak para keturunan Arab di Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Abdurrahman juga pernah berkiprah di dunia diplomat. Ia terdaftar sebagai diplomat pertama Indonesia yang sukses mendapatkan pengakuan secara de facto dan de jure di Mesir.

Tokoh lainnya yang mendapat anugerah adalah Kasman Singodimedjo dari Jawa Tengah. Dia merupakan Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Kasman dipercaya menjadi Jaksa Agung Indonesia hingga 1946. Dia pernah menjadi Menteri Muda Kehakiman pada era perang kemerdekaan.

Ia pernah menjadi Ketua Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Jokowi juga memberikan penghargaan kepada Depati Amir dari Bangka Belitung. Amir dikenal sebagai seorang sosok patriot pembela rakyat Bangka. Dia bersama 30 orang pengikutnya juga dikisahkan berhasil menumpas para perompak yang mengganas di perairan Pulau Bangka dan telah memulihkan keamanan di tengah masyarakat.

Tokoh lainnya adalah Kiai Syam’un dari Banten. Dia merupakan keturunan KH Wasid yang pernah bergerilya menentang penjajah Belanda pada tahun 1800-an. Bagi masyarakat Banten, nama Syam’un harum sebagai Bupati Serang pascakemerdekaan Indonesia. Ia bertugas sebagai abdi negara di kabupaten itu pada 1945–1949.

Penghargaan gelar pahlawan juga diberikan kepada Agung Hajjah Andi Depu dari Sulawesi Barat. Depu merupakan srikandi Indonesia yang menjadi Arajang Balanipa pertama kali dalam kelaskaran KRIS MUDA Mandar. Perempuan kelahiran Agustus 1908 itu pernah menjadi ketua Operasi Gerakan Wanita Mandar. Operasi tersebut secara resmi dinamai Fujingkai.

Jokowi juga memberikan penghargaan gelar pahlawan kepada Pangeran Mohammad Noor dari Kalimantan Selatan. Dia dikenal sebagai pemimpin Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan pada 1945–1949. Ia bergerilya di bawah kepemimpinan Hassan Basry. Dia juga anggota PPKI pada masa kemerdekaan. Muhammad Noor pernah menjadi Menteri Pekerjaan Umum pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. 

 

fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment