Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Produk Investasi - 30 Persen Investor Syariah Aktif Melakukan Transaksi

Enam Perusahaan Efek Kembangkan Wakaf Saham

Enam Perusahaan Efek Kembangkan Wakaf Saham

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
BEI pun akan mendatangi Badan Wakaf Indonesia sebagai institusi yang menaungi nazir untuk menjelaskan model bisnis Wakaf Saham.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi enam perusahaan efek yang siap mengembangkan wakaf saham. Diharapkan pada tahun ini, keenam perusahaan efek tersebut bisa merealisasikannya. Adapun saat ini sudah ada tiga perusahaan efek yang telah mengembangkan wakaf saham, yaitu MNC Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Henan Putihrai Sekuritas.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan bisnis model wakaf saham didesain oleh Bursa, namun yang mengeksekusi adalah perusahaan efek sehingga membuat produk wakaf saham dengan brand jadi tergantung pada perusahaan efek. “Kini, perusahaan efek itu sudah ada yang melakukan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dan ada yang menunggu sistemnya. Keenam perusahaan efek itu adalah Panin Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, Samuel Sekuritas, Phintraco Sekuritas,” ungkapnya, di Jakarta, Kamis (10/10).

Untuk itu, perusahan efek harus memiliki partner yang disebut nazir atau lembaga yang khusus menyalurkan wakaf. Dalam hal ini, Bursa akan mencarikan nazir bagi perusahaan efek, namun sebelum itu, Bursa akan mengumpulkan terlebih dahulu perusahaan efek yang telah memiliki sistem syariah.

Saat ini ada 15 perusahaan efek yang punya sistem syariah. Bursa pun akan mendatangi Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai institusi yang menanungi nazir untuk menjelaskan model bisnis ini.

Underlying dalam wakaf saham ini adalah saham syariah, baik yang masuk dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII), tergantung pada perusahaan efek. “Tugas Bursa adalah memilah mana nazir yang biasa dengan wakaf produktif sehingga tidak baru ketika membahas tentang saham, dan mana perusahaan efek yang siap mengembangkannya,” jelas Irwan.

Saat ini sudah ada 400-an saham syariah atau 60 persen dari total saham yang tercatat di Bursa. Hingga akhir tahun ini, Bursa berharap total investor syariah mencapai 70.000 ribu, karena rerata pertumbuhan investor bulanan sekitar 2.000-an.

Per September 2019, total investor mencapai 61.130 investor tumbuh 37 persen dari tahun 2018 sebanyak 44.536 investor. Dengan rasio 5,7 persen dari total investor di pasar modal. “Sebanya 30 persen investor syariah tercatat aktif melakukan transaksi,” papar dia.

 

Luncurkan Wakaf Saham

 

Sementara itu, PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) menjalin kerja sama dengan Global Wakaf menghadirkan layanan wakaf saham yang obyeknya berupa saham syariah dan atau keuntungan investasi. Ini diimplementasikan pada Anggota Bursa (AB) yang memiliki Sistem Online Trading Syariah (SOTS).

Direktur Henan Putihrai, Muhammad Yunus, menuturkan pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi membuat produk donasi dan memberikan kemudahan bagi nasabah dalam melakukan donasi. HP Sekuritas telah mengembangkan fitur digital donasi yang dapat diakses melalui SOTS yakni HPX Syariah.

“Investor syariah diberikan kemudahan untuk bersedekah, berzakat, dan berwakaf saham dengan sekali instruksi,” kata dia. Presiden Direktur Global Wakaf, Syahru Aryansyah, menambahkan wakaf saham ini nantinya akan menjadi tempat sinergi empat pihak untuk melakukan transaksi jual beli saham syariah.

Empat pihak tersebut antara lain Global Wakaf selaku nazir, perusahaan efek yakni HP Sekuritas, BEI sebagai regulator, dan masyarakat yang ingin melakukan transaksi saham syariah. “Mekanisme wakaf saham dapat dilakukan terhadap saham syariahnya dan/atau terhadap hasil investasinya,” jelas dia. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment