Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Strategi Bisnis

Emiten Tambang Akan Terus Akuisisi Lahan Batu Bara

Emiten Tambang Akan Terus Akuisisi Lahan Batu Bara

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membidik 5-10 tambang dengan cadangan batu bara di bawah 100 juta ton. Untuk itu, Perseroan pun akan mengakuisisi aset tambang batu bara guna menaikkan rata-rata usia tambangnya dari 7 tahun menjadi 15 tahun.

Direktur Keuangan Indo Tambangraya, Yulius Gozali, mengatakan saat ini Perseroan memiliki kas yang cukup untuk melakukan akuisisi atas aset tambang batu bara. Hingga akhir September 2017, posisi kas Perseroan mencapai 402 juta dollar AS. “Kami akan melakukan akusisi, khususnya untuk aset batu bara akan terus dilakukan,” ungkap dia di Jakarta, Selasa (14/11).

Adapun pada September 2017, Perseroan telah merampungkan proses akuisisi atas saham PT Tepian Indah Sukses (TIS). Perseroan mengakuisisi 70 persen saham TIS atau senilai 9,5 juta dollar AS. Untuk diketahui, TIS merupakan pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Tengah dengan luas lahan 2.065 hektare dan cadangan sebesar 4,7 juta ton.

Batu bara di wilayah konsesi TIS diperkirakan memiliki kalori 6.400 kcal/kg. Menurut Direktur Operasional Indo Tambangraya, Bramantya Putra, untuk tambang TIS akan mulai berproduksi pada 2019 dengan target 2 juta ton. Dengan begitu cadangan batu bara TIS akan habis ditambang dalam waktu 2 tahun.

“Cadangan layak tambang di TIS memang 4,7 juta ton tetapi kami akan lakukan pengeboran dan penelitian lebih lanjut. Kami yakin cadangannya akan lebih banyak,” tukas dia. Sementara itu, untuk dua tambang milik Perseroan akan ditutup pada 2018-2019 lantaran sudah tidak bisa ditambang lagi. Kedua tambang tersebut adalah Jorong di Kalimantan Selatan dan Tandung Mayang di Kalimantan Timur.

Untuk tambang Tandung Mayang cadangannya sudah mendekati habis, sedangkan untuk tambang Jorong, produksi terakhir diperkirakan pada kuartal kedua 2019. Kedua tambang tersebut tingkat produksinya saat ini hanya 1 juta ton.

 

Laba Bersih

 

Secara kinerja, Perseroan mencatatkan rata-rata harga jual batu bara terus naik secara konsisten, karena kecenderungan permintaan dunia yang terus meningkat. Pada sembilan bulan 2017, Perseroan membukukan kenaikan laba bersih 147 persen lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu.

Laba bersih tercatat 172 juta dollar AS pada sembilan ini bulan dibandingkan periode sama tahun lalu, sebagai akibat peningkatan rata-rata harga jual batu bara sebesar 48 persen dari 47,5 dollar AS per ton menjadi 70,3 dollar AS per ton. Kenaikan rata-rata harga batu bara disebabkan oleh permintaan yang meningkat secara global, terutama di Asia Timur, Selatan, Tenggara, dan Eropa sedangkan Tiongkok masih sebagai faktor dominan. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment