Emiten Pembiayaan Berencana Emisi Obligasi Dua Kali | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Prospek Usaha - WOMF 2019 Merevisi Target Pembiayaan Menjadi Rp6 Triliun

Emiten Pembiayaan Berencana Emisi Obligasi Dua Kali

Emiten Pembiayaan Berencana Emisi Obligasi Dua Kali

Foto : KORAN JAKARTA/M FACHRI
PAPARAN KINERJA - Presiden Direktur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance), Djaja Suryanto Sutandar (kanan) berbincang dengan direksi (dari kiri) : Zacharia Sutantadiredja, Widodo, dan Njau Vido Onadi usai menyampaikan paparan kinerja kuartal III-2019 di Jakarta, Rabu (6/11). WOM Finance mencatatkan laba bersih sebesar 156 miliar rupiah atau naik 2 persen dibanding capaian tahun lalu.
A   A   A   Pengaturan Font
Penerbitan obligasi merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) PT Wahana Ottomitra Multiartha Finance Tbk dengan total nilai lima triliun rupiah.

JAKARTA – PT Wahana Ottomitra Multiartha Finance Tbk (WOMF) berencana menerbitkan obligasi sebanyak dua kali di tahun 2020. Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan total nilai sebesar lima triliun rupiah. Adapun di tahun ini, Perseroan telah menerbitkan obligasi senilai 1,675 triliun rupiah pada Mei 2019.

Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan penerbitan obligasi yang semula akan diterbitkan pada kuartal III atau IV tahun 2019, tetapi melihat kondisi pasar saat ini dan tingkat utilisasi menjadi mundur pada kuartal I-2020. Selain itu, adanya dukungan dari pihak kreditur, khususnya perbankan kepada Perseroan.

“Kita lihat bagaimana proyeksi di tahun depan sambil melihat market-nya. Kita masih punya sisa penerbitan sekitar 2,6–2,7 triliun rupiah sampai Desember 2020. Jadi, kita rencananya akan terbitkan obligasi dua kali di tahun depan,” ungkapnya, di Jakarta, Rabu (6/11).

Perseroan optimistis bisa menerbitkan obligasi di tahun depan. Ini tidak tidak lepas dari penurunan suku bunga Bank Indonesia BI 7-Days Reverse Repo Rate (7DRRR) menjadi 5 persen. Perseroan pun berharap penurunan suku bunga akan berlanjut di tahun depan. Pada tahun 2020, Perseroan menargetkan pembiayaan bisa tumbuh 8–10 persen, dibandingkan tahun 2019.

Pertimbangan yang mendukung target pembiayaan di tahun depan, lantaran pembiayaan Perseroan telah mengalami penurunan cukup dalam di tahun 2019, sehingga Perseroan harus memperbaiki kinerja dan mengembalikan market share yang ada. Perseroan berharap pembiayaan bisa tumbuh di atas industri.

 

Revisi Target

 

Pada tahun ini, Perseroan merevisi target pembiayaan menjadi enam triliun rupiah dari semula tujuh triliun rupiah. Tercatat sampai kuartal III-2019, Perseroan berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar 4,3 triliun rupiah atau mencapai 268 ribu unit.

Return on Equity (ROE) tetap terjaga pada level 17,3 persen dengan Return On Asset (ROA) membaik menjadi 3,2 persen dari 3,1 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Gearing Ratio juga dapat dipertahankan ke level yang lebih baik 4,7x. “Target tujuh triliun rupiah itu berat tapi, kita optimistis bisa sampai enam triliun rupiah akhir tahun ini,” ujar Zacharia.

Perseroan berkeyakinan bisa meraih laba bersih 215 miliar rupiah atau sama seperti tahun lalu. Pada kuartal III- 2019, Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2 persen menjadi 156 miliar rupiah.

“Melewati tahun 2019 yang penuh tantangan, kami tetap berupaya untuk menjaga kualitas portofolio menjadi lebih baik. Hal ini terbukti dengan membaiknya Non Performing Financing (NPF) Gross Perseroan menjadi 2,4 persen, dibandingkan periode sebelumnya 2,8 persen. “Hingga saat ini, kami masih tetap konsisten menjalankan fokus dan strategi Perseroan untuk pertumbuhan bisnis yang sehat dan stabil,” kata Zacharia.

Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar, mengungkapkan beratnya tantangan industri perusahaan pembiayaan, maka fokus dan strategi Perseroan saat ini adalah menjaga stabilitas kinerja keuangan serta meningkatkan pertumbuhan bisnis Perseroan melalui fundamental yang kuat dan inovasi digital.

“Kami yakin di tahun 2020 dan yang akan datang, Perseroan akan tumbuh semakin positif dan melambung lebih tinggi untuk menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia,” ujarnya. 

 

yni/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment