Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments
Aksi Korporasi - IPO Bagian dari Rencana Garudafood Memperkuat Modal Kerja

Emiten Ke-44 Raih Dana IPO Rp979,48 Miliar

Emiten Ke-44 Raih Dana IPO Rp979,48 Miliar

Foto : ANTARA/Audy Alwi
Saham Perdana - Komisaris Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD), Sudhamek Agoeng Soenjoto (ketiga kiri) bersama Direktur Utama Hardianto Atmadja (ketiga kanan), Direktur Fransiskus Johny (kedua kanan), Direktur Independen Rudy Brigianto (kanan), dan Direktur Johannes Setiadharma (kedua kiri), disaksikan Direktur PT Bursa Efek Indonesia Laksono Widito Widodo (kiri), menekan tombol pembukaan perdagangan saham perdana GOOD di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10).
A   A   A   Pengaturan Font
Saham Garudafood akan menjadi salah satu saham konsumer pilihan yang menarik untuk berinvestasi.

 

JAKARTA - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk berhasil mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memperoleh dana untuk meningkatkan modal saham sebesar 979,48 miliar rupiah.

Perseroan mendapatkan kode saham GOOD dengan menawarkan harga IPO 1.284 rupiah per saham. Garudafood menerbitkan saham baru sebanyak 762,84 juta termasuk saham yang diterbitkan kepada Pelican Company Ltd.

sebanyak 727,84 juta saham dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB). Bersamaan IPO ini, Garudafood mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) sebanyak 2,8 juta saham.

Director Head of Investment Banking PT Indo Premier Sekuritas, Rayendra L Tobing, mengatakan saham Garudafood n akan menjadi salah satu saham konsumer pilihan yang menarik untuk berinvestasi.

Selama periode penawaran umum yang dilaksanakan dari tanggal 2–4 Oktober 2018, pemesanan saham Garudafood mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6 kali dari total yang ditawarkan.

“Ini mengindikasikan kepercayaan publik yang besar terhadap kinerja Garudafood dan prospek usahanya,” ungkap Rayendra, di Jakarta, Rabu (10/10).

Secara industri, prospek bisnis makanan dan minuman di Indonesia sangat potensial, seiring pertumbuhan populasi dan daya beli penduduk kelas menengah di Indonesia.

Nielsen, perusahaan riset global, mencatat pada kuartal I 2018, kuantitas pasar makanan ringan (snack) di Indonesia tumbuh 8 persen, sedangkan khusus untuk pasar biskuit tumbuh sebesar 5 persen.

Perkuat Modal

Kerja Direktur Utama Garudafood, Hardianto Atmadja, menjelaskan IPO merupakan bagian dari rencana untuk memperkuat modal kerja dan menjalankan ekspansi bisnis sebagai strategi bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

“Kami menjadi emiten ke-44 yang IPO pada tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia,” katanya. Hardianto mengatakan IPO ini akan menjadi momentum positif bagi Garudafood untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dengan mengoptimalkan peluang pasar yang begitu besar, baik di Indonesia maupun ASEAN.

IPO akan membawa standar baru dalam tata kelola perusahaan yang baik yang menjadi kebutuhan perusahaan modern.

Garudafood saat ini telah melakukan penjualan ekspor ke lebih dari 20 negara dengan fokus di ASEAN, Tiongkok, dan India.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Garudafood, Paulus Tedjosutikno, menambahkan selama periode 4 bulan hingga April 2018, penjualan tercatat naik 16 persen menjadi 2,9 triliun rupiah dari periode sama 2017 sebesar 2,5 triliun rupiah. Laba bersih tumbuh 136 persen menjadi 222,5 miliar rupiah.

Total aset Garudafood per 30 April 2018 tercatat 4,3 triliun rupiah tumbuh 22,8 persen, dibandingkan per 31 Desember 2017 sebesar 3,5 triliun rupiah.

“Kami berharap, kinerja positif Garudafood ini akan memberikan nilai tambah bagi investor dan stakeholders kami,” pungkasnya. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment