Koran Jakarta | August 24 2019
No Comments
Prospek Usaha - Pendapatan Premi Masuk dari Sektor “Engineering”, Aviasi, dan Energi

Emiten Asuransi Bidik Pendapatan Premi Rp3,5 Triliun

Emiten Asuransi Bidik Pendapatan Premi Rp3,5 Triliun

Foto : KORAN JAKARTA/M. FACHRI
PAPARAN KINERJA - Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, Indra Baruna (tengah) bersama Direktur Keuangan & Jasa Korporat Muhammad Syahid (kanan), dan Direktur Pemasaran Non Migas Usmanshah di sela-sela penyampaian kinerja perseroan di Jakarta, Rabu (19/6).
A   A   A   Pengaturan Font
Secara konsolidasi pendapatan Asuransi Tugu Pratama Indonesia pada tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 30 persen sehingga laba bersih membaik.

JAKARTA – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance menargetkan pendapatan premi hingga akhir tahun 2019 sekitar 3,5 triliun rupiah. Target pendapatan premi tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 11–12 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Utama Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Indra Baruna, mengatakan secara konsolidasi pendapatan tahun ini diharapkan tumbuh sekitar 30 persen sehingga laba bersih membaik. Apalagi, sampai dengan bulan April 2019, laba bersih meningkat pesat dibandingkan dengan tahun lalu. “Diharapkan tahun ini jauh lebih bagus dibandingkan tahun lalu, karena tahun lalu ada masalah terkait dengan masalah currency atau nilai tukar rupiah terhadap dollar AS,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (19/6).

Indra menjelaskan transaction exposure atas dollar AS pada tahun 2018 mengalami unrealize loss atau selisih kurs belum terealisasi, sehingga pada tahun ini diharapkan bisa menyusut seiring dengan pergerakan nilai tukar yang juga membaik. Pihaknya juga berencana merujuk pada portofolio bisnis Perseroan yang ada untuk mengubahnya dengan menggunakan denominasi rupiah dari sebelumnya dollar AS.

“Zaman dulu kita lebih banyak dollar AS karena premi yang kita terima dan transaksi dalam bentuk dollar AS. Sekarang dengan berkembangnya portofolio kita yang bukan hanya di energi yang banyak menggunakan dollar AS. Kini, transaksi dalam bentuk rupiah pun sudah mulai lebih banyak dibandingkan dengan dollar AS, sehingga sudah saatnya kita mengganti transactional currency. Walaupun risiko terhadap nilai tukar lebih terkontrol namun tidak akan hilang sama sekali,” kata Indra.

Sementara itu, Direktur Keuangan Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Muhammad Syahid, menambahkan, saat ini proporsi valuta asing yakni 60 persen dollar AS dan 40 persen rupiah. Akan tetapi, Perseroan harus mengantisipasinya terkait dengan aturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) bahwa transaksi dalam negeri harus dalam denominasi rupiah walaupun masih ada beberapa pengecualian seperti asuransi minyak dan gas

. “Kita akan merubah ke dalam nilai tukar rupiah. Kita yakini pada satu titik nanti akan ke balik dengan komposisi lebih banyak di rupiah,” ujar dia. Hingga April 2019, Perseroan mencatat pendapatan premi bruto secara konsolidasi meningkat 65 persen menjadi 125,23 juta dollar AS secara yoy, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 76,10 juta dollar AS.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 51 persen menjadi sebesar 12,71 juta dollar AS dari tahun lalu sebesar 8,41 juta dollar AS.

 

Kontribusi Premi

 

Menurut Indra, besarnya peningkatan pendapatan premi bruto dikontribusikan baik dari induk perusahaan maupun anak usaha. “Pendapatan premi induk usaha ditopang oleh masuknya beberapa premi besar di sektor engineering, aviasi, dan energi. Ke depan, kami yakin pendapatan Perseroan semakin baik karena pembaruan premi dari akun-akun besar biasanya baru masuk pada kuartal III dan IV,” papar dia.

“Adapun dari sektor ritel, produk asuransi kendaraan bermotor t ride dan t drive yang menjadi produk terdepan kami juga mengalami pertumbuhan. Tercatat premi motor vehicle hingga April 2019 naik 96 persen yoy menjadi 3,01 juta dollar AS dari sebelumnya 1,53 juta dollar AS dengan peningkatan hasil underwriting yang signifikan menjadi 1,45 juta dollar AS dari 256 ribu dollar AS,” jelas Indra. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment