Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Prospek Usaha - Elnusa per November 2018 Raih Pendapatan Usaha Rp5,9 Triliun

ELSA Fokus Tingkatkan Bisnis Baru

ELSA Fokus Tingkatkan Bisnis Baru

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Fokus kinerja PT Elnusa Tbk diarahkan pada jasa hulu migas berbasis non-aset serta jasa distribusi dan logistik energi.

 

JAKARTA - Emiten penye­dia jasa energi, PT Elnusa Tbk (ELSA), akan mendorong beberapa bisnis baru untuk menghasilkan pendapatan usaha yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi fokus tam­bahan pada tahun 2019, di antaranya skema bisnis berba­sis aset, penjajakan pada lini services midstream migas dan energi baru terbarukan, serta memulai inisiatif bisnis digital maupun pengembangan servis yang ada dengan value preposi­tion digital.

Direktur Utama Elnusa, To­lingul Anwar, mengatakan El­nusa akan mengembangkan bisnis Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), depot mau­pun Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dengan skema kepemilikan aset, pengopti­malan kompetensi operation and maintenance kilang migas, serta penjajakan bisnis energi baru terbarukan, dan digital merupakan beberapa prospek bisnis baru yang akan dikejar. “Ke depan, Elnusa tidak ha­nya akan menggenjot kinerja melalui dua fokus lini servis unggulan saat ini,” ungkapnya dikutip dalam keterbukaan in­formasi, Senin (21/1).

Tolingul menjelaskan, El­nusa akan melanjutkan strategi diversifikasi portofolio untuk catatkan kinerja optimis di tahun 2019. Apalagi melalui strategi ini, Elnusa berhasil menghadapi dinamika industri migas tiga tahun terakhir de­ngan kinerja positif.

Menurut Tolingul, dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia, strategi keseim­bangan portofolio merupakan upaya pihaknya untuk tetap menghasilkan kinerja positif. “Fokus kinerja diarahkan pada jasa hulu migas berbasis non-aset serta jasa distribusi dan logistik energi. Hal ini merupa­kan strategi adaptasi untuk me­manfaatkan peluang kondisi in­dustri migas saat ini,” jelas dia.

Melanjutkan strategi ini, Elnusa berkeyakinan dapat mengoptimalkan layanan yang dimiliki dan meraih peluang-peluang yang ada. Peralihan pengelolaan blok migas habis kontrak ke Pertamina, rencana penerapan signature bonus untuk eksplorasi migas, serta keberpihakan pemerintah In­donesia terhadap kontraktor jasa migas dalam negeri me­rupakan peluang-peluang yang akan diraih ke depan.

“Elnusa merupakan bagian dari grup Pertamina, dan Per­tamina saat ini mendapatkan ke­sempatan mengelola beberapa wilayah kerja migas yang telah habis masa kontraknya. Tentu­nya pengelolaan ini membutuh­kan kontraktor jasa, dan Elnusa berharap akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar dalam rangka sinergi Pertamina Group,” jelas Tolingul.

Pendapatan Meningkat

Hingga per November 2018, Elnusa berhasil mencatatkan kinerja dengan pendapatan usaha sebesar 5,9 triliun ru­piah dan laba bersih 251 mil­iar rupiah (unaudited). Hal ini meningkat bila dibandingkan dengan capaian periode se­belumnya pada 2017, yang mencatatkan pendapatan usaha 4,4 triliun rupiah dan laba bersih 202 miliar rupiah. Pendapatan usaha dan laba bersih tumbuh 34 persen dan 24 persen dibandingkan tahun 2017.

“Melalui peluang-peluang yang ada, diversifikasi kom­petensi serta nilai tambah To­tal Solution Services yang kami berikan untuk jasa klien. Kami optimis kinerja Elnusa akan le­bih baik lagi pada tahun men­datang,” ucap Tolingul.

Adapun Elnusa Total Solu­tion Services merupakan rang­kaian jasa yang ditawarkan Elnusa untuk menyelesaikan permasalahan klien secara komprehensif. Berbeda de­ngan keumuman jasa saat ini yang dilakukan secara parsial, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal.

“Elnusa Total Solution Ser­vices merupakan jawaban kami atas dinamika industri migas dan tantangan klien da­lam menghadirkan jasa yang lebih baik, lebih cepat serta le­bih kompetitif,” pungkas Tolin­gul. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment