Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Amazing Green Canyon

Eksotika Cukang Taneuh di Pangandaran

Eksotika Cukang Taneuh di Pangandaran

Foto : foto-foto: koran jakarta/teguh rahardjo
A   A   A   Pengaturan Font

Pangandaran, sebenarnya tidak hanya menyajikan keindahan pantainya semata. Tidak jauh dari pusat lokasi wisata Pangandaran, banyak ditemukan spot menarik lainnya yang bisa dijadikan tujuan untuk berakhir pekan.

Tidak seberapa jauh dari Pantai Pangandaran, Cukang Taneuh atau Ngarai Hijau yang keren­nya disebut dengan nama Green Canyon mulai dilirik pelancong, terutama dari luar negeri. Terletak di Desa Kertayasa kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, sekitar 31 kilometer dari Pangandaran.

Dari catatan Wikipedia, ngarai ini terbentuk dari erosi tanah akibat aliran Sungai Cijulang selama jutaan tahun yang menembus gua. Gua yang terben­tuk jutaan tahun pun memiliki stalaktit dan stalakmit yang panjang, akibat tetesan air dari atas gua.

Ngarai atau aliran sungainya diapit dua bukit dengan batu cadasnya dan pohon bambu rimbun di sepanjang alirannya. Menyusuri aliran sungai ini­lah yang membuat turis asing ketagihan untuk kembali ke Cukang Taneuh.

Sepanjang perjalanan susur sungai mata kita akan dimanjakan oleh hijau-teduhnya warna air sungai, Air Terjun Palatar, hingga kesibukan warga yang memancing di pinggir ngarai.

Beberapa cerita terkait penamaan disebutkan di sejumlah media online. Entah benar atau tidak, namun nama Green Canyon ini ternyata cukup men­jual dan disenangi oleh warga setempat, bahkan pemerintahan setempat. Lebih menjual, ketimbang nama Cukang Taneuh.

Dikatakan, nama Green Canyon di dapat dari seorang turis asing dari Pran­cis yang bernama Bill Jhon. Sedangkan Cukang Taneuh, memiliki arti jembatan dari tanah. Maksud dari jembatan tanah ini adalah mulut gua yang dilintasi sungai, itu jika dilihat dari samping atau searah aliran sungai. Nah dari atas jembatan ini seringkali terlihat atraksi wisatawan yang terjun bebas. Keting­giannya sekitar lima hingga enam meter dari permukaan air sungai.

Disukai Wisatawan Asing

Wisatawan asing yang datang ke Pan­gandaran masih sedikit jika dibanding­kan dengan wisatawan lokal. Wisatawan asing yang kebanyakan menginginkan lokasi privat, memang tidak akan bisa berlama-lama di Pantai Pangandaran, yang sekarang sudah semakin ramai.

Sehingga semakin banyak yang mengeksplore sisi lain dari Pangan­daran. Pilihannya tidak jauh-jauh, Green Canyon. Mereka menyukai tantangan apalagi jika harus berenang menyusuri sungai Cukang Taneuh ini.

Body rafting adalah pilihanya. Body rafting, menyusuri sungai dan jeramnya dengan berenang. Berinteraksi lang­sung dengan air yang dingin, arusnya yang deras dan tentunya dengan batu-batu sungai sepanjang perjalan­an. Wisatawan penikmat body rafting pasti akan puas melakukannya di Ciju­lang, sebab jarak tempuhnya mencapai sekitar 4 jam atau sepanjang sekitar 8 -10 kilometer.

Daya tarik yang paling diminati pe­serta body rafting adalah saat melin­tasi Cukang Taneuh dan melintasi gua. Untuk mencapai lokasi body rafting, dapat menggunakan perahu yang berangkat dari Dermaga Ciseureuh menuju Cukang Taneuh. Sekitar 30 me­nit perjalanan sampailah pada titik di mana perahu tidak bisa lewat. Di situlah titik perjalanan menyusuri Cijulang dimulai.

Dari sini dapat melanjutkan perja­lanan dengan berenang atau menggu­nakan ban karet. Pemandangan alam di lokasi tersebut memang sangat indah. Melintasi sungai yang tertutup tebing, mirip memasuki gua runtuh, akan nampak stalaktit nan indah dengan air yang terus menetes dari ujung batu lancipnya.

Selama berenang terbawa arus, akan melihat air terjun kecil sepanjang perjalanan dan bertemu gua kelelawar. Body rafting di Cukang Taneuh akan lebih memuaskan karena perjalanannya lebih lama dan pemandangan eksotik alami aliran Sungai Cijulang yang masih perawan.

Bisa juga membawa peralatan snorkling untuk menyelam di dalam Cu­kang Taneuh, melihat stalakmit dan kehidupan ikan di bawah air. Namun tentunya harus tetap berhati-hati, apa­lagi memasuki musim penghujan. Bisa jadi akan ada kenaikan debit air sungai. Cuacanya pun sangat dingin sehingga harus mempersiapkan fisik dan meng­ikuti petunjuk guide. tgh/R-1

Pemandangan dari Karang Nini

Lokasi lain yang ada di pinggiran Pan­gandaran adalah Karang Nini. Letaknya di antara jalur Ciamis Pangandaran. Tepatnya berada di Desa Emplak Kecamatan Kalipucang. Dari Kota Ciamis dapat ditempuh sekitar 80 km. Sedang dari Pangandaran, kira-kira lebih 10 km atau 20 menit.

Untuk menuju ke Pantai ini kita bisa meng­gunakan kendaraan pribadi atau pun kenda­raan umum. Hanya saja, bila kita mengguna­kan kendaraan umum, kita harus menempuh jalan sekitar 2 kilo meter dari jalan raya untuk sampai ke objek wisata ini.

Di Karang Nini ada sebuah resort yang berada di ketinggian. Dari resort ini bisa me­lihat laut Pangandaran secara luas, juga bisa melihat Sagara Anakan dari kejauhan, bahkan sejak memasuki pintu gerbangnya.

Pulau Nusa Kambangan pun dapat terlihat dari sini, lalu Teluk Pananjung di selatan Pan­gandaran juga akan terlihat. Jalur kereta api tua peninggalan Belanda yang menghilang di ujung terowongan juga terlihat. Spot yang memang layak untuk berfoto selfie dengan pemandangan di ketinggian.

Bila ingin memandang lebih luas lagi, kita bisa naik ke menara pandang yang dilengkapi teropong untuk menikmati keindahan Karang Nini dari ketinggian.

Puas menikmati pantai dari titik tertinggi, dan bisa menuruni bukit menuju pantai yang landai sambil bermain dengan ombak dan menyaksikan dari dekat Karang Nini. Karang yang ada tidak jauh dari pantai, yang diang­gap penduduk setempat sebagai jelmaan pasangan nelayan tua yang tinggal di kawasan itu. Lalu bisa berjalan menelusuri pantai dan hutan sekitar pantai, melihat flora dan fauna diantara tanaman bakaunya. Atau jika air laut surut, bisa melihat ikan-ikan kecil warna-war­ni yang berenang diantara karang-karangnya. tgh/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment