Koran Jakarta | October 22 2018
No Comments
Potensi Perekonomian

Ekonomi Syariah Tak Lagi Sekedar Wacana

Ekonomi Syariah Tak Lagi Sekedar Wacana

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Ekonomi syariah bukan hanya dipahami sebatas perbankan semata. Sebab, pada hakikatnya, ekonomi syariah memiliki cakupan ruang lingkup sangat luas. “Jangan mengira ekonomi syariah itu cuma bank, makanan halal, pariwisata halal, sekolah Islam hingga sinetron dan film religi masuk dalam lingkup ekonomi syariah,” kata Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, BI Rifki Ismal dalam Seminar Ekonomi Syariah bertema Kebangkitan Ekonomi Umat melalui Lembaga Keuangan Mikro Syariah, di Padang, Sumatera Barat, Senin (10/9).

Menurut dia, lembaga keuangan dan industri halal memiliki potensi untuk tumbuh lebih besar di Indonesia karena berstatus sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar. “Apalagi saat ini tengah terjadi proses digitalisasi bidang ekonomi dan Indonesia punya generasi milineal cukup besar yang merupakan pasar potensial,” ujarnya.

Dia mengatakan Indonesia harus memiliki visi sebagai pusat keuangan syariah terbesar di dunia. “Oleh sebab itu, jangan berorientasi lokal semata harus siap berkompetisi secara global,” kata dia. Di sisi lain, dia mendorong pengembangan pesantren karena merupakan bagian dari pelaku ekonomi Islam.

Selain itu, jika manfaat ekonomi syariah bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, maka orang akan lebih yakin akan keutamaannya. “Jadi ekonomi syariah tak lagi bicara wacana namun eksekusi, salah satunya pemerintah mengupayakan hadirnya sukuk syariah,” katanya. Libatkan Pesantren Sebelumnya, pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang diyakini dapat memperkuat perekonomian Indonesia untuk menghadapi kelesuan ekonomi global dan regional.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan sinergi antara program pembiayaan Ultra Mikro dan pondok pesantren memiliki potensi besar dan strategis sebagai pusat pengembangan ekonomi umat agar semakin mandiri. “Sebagai pusat pendidikan yang bersifat komunal, pesantren memiliki potensi besar mengembangkan bisnis umat di sektor produksi, konsumsi, pemesanan, jasa atau simpan pinjam untuk memenuhi kebutuhan dan kemandirian pesantren serta pengembangan bisnis dalam sekala nasional maupun internasional,” katanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjutnya, pesantren dapat menjalankan peran inkubasi bisnis santri guna melahirkan wirausaha muslim yang tangguh dengan melibatkan masyarakat mengembangkan sumberdaya dan kearifan lokal untuk membuat produk unggulan daerah dengan tujuan akhir mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Permodalan yang selama ini menjadi kendala dapat dipenuhi melalui UMi yang dianggarkan pemerintah bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini tidak terlayani melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pembiayaan paling banyak 10 juta rupiah per nasabah,” paparnya. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment